Teks foto: Petugas kepolisian melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) usai insiden penikaman yang melukai tiga pemuda di Jalan Siradj Salman, Kelurahan Air Hitam, Samarinda Ulu, Selasa (14/7/2026) dini hari.
Infobenua.com.Samarinda — Aksi saling tantang yang diduga dipicu persoalan balap liar melalui media sosial berujung penganiayaan berdarah di Jalan Siradj Salman, Kelurahan Air Hitam, Kecamatan Samarinda Ulu, Selasa (14/7/2026) dini hari.
Tiga pemuda mengalami luka akibat diserang menggunakan senjata tajam dan benda tumpul.
Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 01.30 Wita di kawasan pencucian motor samping Warkop JB. Saat ini, polisi masih memburu para pelaku yang melarikan diri usai kejadian.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, insiden bermula ketika salah seorang saksi sebelumnya terlibat perselisihan dengan seseorang bernama Sabib terkait ajakan balap motor liar melalui pesan langsung (DM) Instagram. Percakapan itu kemudian berlanjut hingga salah satu kerabat Sabib menghubungi rekan korban melalui WhatsApp dan mengajak bertemu.
Ajakan tersebut kemudian direspons dengan mendatangi lokasi yang telah disepakati.
Sebanyak delapan orang yang terdiri atas korban dan saksi berangkat menuju Jalan Siradj Salman untuk menemui kelompok lawan.
Sesampainya di lokasi, kedua kelompok sempat terlibat adu mulut. Situasi memanas setelah salah seorang korban diduga menendang anggota kelompok lawan hingga memicu perkelahian.
Dalam bentrokan itu, salah seorang dari kelompok lawan diduga mengeluarkan senjata tajam jenis badik dan menyerang korban. Selain menggunakan senjata tajam, pelaku juga disebut memakai potongan kayu untuk menyerang para korban sebelum akhirnya melarikan diri menggunakan sepeda motor.
Akibat kejadian tersebut, tiga orang mengalami luka. Korban Arif Saputra (20) mengalami luka robek sekitar 10 sentimeter di lengan kiri. Muh Zazuli Yusuf (19) mengalami luka tusuk di bagian punggung bawah dekat pinggul, sedangkan Rafik Mustakim (20) mengalami luka di bagian kepala.
Ketiga korban langsung dievakuasi ke Rumah Sakit Dirgahayu Samarinda untuk mendapatkan perawatan medis.
Petugas yang menerima laporan segera mendatangi lokasi kejadian. Polisi mengamankan barang bukti berupa sebatang balok kayu sepanjang sekitar satu meter yang diduga digunakan dalam aksi penganiayaan.
Sementara itu, para saksi dan korban telah dimintai keterangan di Polsek Samarinda Ulu untuk kepentingan penyelidikan.
Polisi menduga motif penganiayaan dipicu rasa tersinggung antara kedua kelompok setelah saling ejek melalui media sosial yang berkaitan dengan balap motor liar.
Hingga Selasa pagi, para terduga pelaku masih dalam pengejaran tim gabungan Jatanras Polresta Samarinda. Polisi juga terus mendalami peran masing-masing pihak yang terlibat dalam bentrokan tersebut.
Penulis Frida editor Eka mandiri

















Users Today : 907
Total Users : 1372721
Views Today : 2761
Total views : 6633671