Teks foto: Ketua Komisi I DPRD Kota Samarinda, Samri Shaputra
Infobenua.com Samarinda— DPRD Samarinda mulai membahas Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Rencana Pembangunan Industri Kota Samarinda Tahun 2025-2045. Regulasi tersebut akan menjadi acuan pengembangan sektor industri di Kota Tepian selama 20 tahun ke depan.
Ketua Komisi I DPRD Samarinda, Samri Shaputra, mengatakan raperda itu disusun untuk menyelaraskan arah pembangunan industri dengan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) yang telah berlaku.
Dalam rancangan tersebut, pemerintah dan DPRD akan menetapkan pemetaan kawasan industri di sejumlah kecamatan. Dari beberapa wilayah yang diusulkan, Kecamatan Palaran diproyeksikan menjadi kawasan industri terbesar karena memiliki ketersediaan lahan yang lebih luas dibanding wilayah lainnya.
“Ini rencana penyusunan peraturan daerah tentang rencana pembangunan industri Kota Samarinda yang berlaku panjang untuk tahun 2025 sampai dengan 2045, selama 20 tahun. Jadi mau sejalan dengan RTRW. Dalam rancangan peraturan daerah ini, akan ada pemetaan daerah-daerah industri. Ini usulan dari pemkot,” kata Samri, Kamis (25/6/2026).
Selain Palaran, kawasan industri juga direncanakan tersebar di Samarinda Seberang, Sambutan, Sungai Kunjang, dan Loa Janan Ilir. Namun pembahasan saat ini masih berada pada tahap awal sehingga rincian zonasi masih akan dibahas lebih lanjut.
Samri menegaskan raperda tersebut tidak membuka kawasan industri baru di luar yang telah diatur dalam RTRW. Regulasi ini lebih difokuskan pada penajaman fungsi dan pembagian jenis industri di setiap kawasan yang telah ditetapkan.
“Ini sejalan dengan Perda RTRW, jadi tidak ada penambahan lokasi baru. Di Palaran nanti tinggal penentuan kawasan, misalnya industri minuman, industri makanan, dan industri lainnya,” ujarnya.
Melalui regulasi tersebut, DPRD dan Pemkot Samarinda juga ingin mendorong tumbuhnya industri berbasis potensi lokal. Produk unggulan daerah diharapkan tidak hanya dipasarkan dalam bentuk bahan mentah, tetapi dapat diolah menjadi produk bernilai tambah yang mampu memperkuat perekonomian daerah.
“Misalnya kita di Samarinda terkenal Sarung Samarinda. Mudah-mudahan nanti muncul industri-industri lain yang berbasis unggulan daerah, termasuk kerajinan dan produk khas Samarinda lainnya,” pungkas Samri.
Penulis: Frida | Editor: Eka Mandiri


















Users Today : 1057
Total Users : 1354499
Views Today : 2274
Total views : 6516316