Teks foto: Ketua Komisi IV DPRD Kota Samarinda, Mohammad Novan Syahronny Pasie.
Infobenua.com Samarinda —Rencana renovasi besar-besaran SMP Negeri 24 Samarinda yang selama bertahun-tahun terdampak banjir belum dapat dipastikan terealisasi dalam waktu dekat.
Selain membutuhkan anggaran besar, penanganan sekolah tersebut juga terkendala kondisi geografis lokasi yang dinilai menjadi penyebab utama genangan terus berulang.
SMPN 24 yang berada di Jalan Pangeran Suryanata selama ini menjadi salah satu sekolah yang rutin terdampak banjir saat hujan dengan intensitas tinggi.
Kondisi itu membuat kebutuhan penanganan dinilai mendesak, namun hingga kini masih menunggu kemampuan keuangan Pemerintah Kota Samarinda.
Ketua Komisi IV DPRD Samarinda, Mohammad Novan Syahronny Pasie, mengatakan persoalan yang dihadapi sekolah tersebut tidak hanya berkaitan dengan bangunan, tetapi juga kondisi lahan yang berada lebih rendah dibanding kawasan di sekitarnya.
Menurutnya, jika penanganan dilakukan, pemerintah tidak cukup hanya memperbaiki gedung sekolah, melainkan juga harus melakukan peninggian lahan dan penataan kawasan agar persoalan banjir tidak kembali terulang.
“Kalau berbicara kelayakan, sebenarnya opsi yang paling ideal adalah relokasi. Namun persoalannya sampai saat ini belum ada lokasi pengganti yang tersedia,” kata Novan (21/6/2026).
Besarnya kebutuhan anggaran membuat proyek tersebut belum menjadi prioritas utama. Di tengah keterbatasan fiskal, Pemerintah Kota Samarinda saat ini masih fokus menyelesaikan kewajiban keuangan daerah yang nilainya mencapai sekitar Rp400 miliar.
Kondisi tersebut membuat sejumlah program pembangunan yang membutuhkan anggaran besar harus menyesuaikan kemampuan keuangan daerah.
“Kalau kondisi keuangan daerah sudah lebih longgar, tentu pembangunan yang dianggap prioritas bisa mulai dijalankan kembali,” ujarnya.
Meski demikian, Novan belum dapat memastikan apakah penanganan SMPN 24 akan masuk dalam program pembangunan tahun 2027.
Menurutnya, pembahasan usulan program dan alokasi anggaran tahun depan masih akan dibahas bersama Dinas Pendidikan Kota Samarinda.
Ia menilai proyek tersebut membutuhkan perencanaan matang karena mencakup pembangunan fisik sekolah sekaligus pembenahan kawasan lahan yang selama ini menjadi titik persoalan.
“Ini bukan hanya soal membangun gedung sekolah. Kawasan lahannya juga harus ditata dan dimaksimalkan agar persoalan banjir bisa diselesaikan,” demikian Novan.
Penulis: Frida | Editor: Eka Mandiri



















Users Today : 840
Total Users : 1350936
Views Today : 1901
Total views : 6506316