Foto : Kepala Bidang Ketersediaan dan Distribusi Pangan Dinas Pangan, Tanaman Pangan dan Hortikultura (DPTPH) Provinsi Kalimantan Timur, Anaylia Dina Widyastuti
Infobenua.com, Samarinda – Perubahan iklim mulai memberikan dampak nyata terhadap sektor pangan, mulai dari produksi pertanian hingga distribusi bahan pangan ke masyarakat. Kondisi cuaca yang semakin tidak menentu dinilai menjadi tantangan serius bagi ketahanan pangan daerah, termasuk di Kalimantan Timur.
Kepala Bidang Ketersediaan dan Distribusi Pangan Dinas Pangan, Tanaman Pangan dan Hortikultura (DPTPH) Provinsi Kalimantan Timur, Anaylia Dina Widyastuti, mengatakan perubahan iklim berdampak langsung terhadap pola tanam, hasil produksi pertanian, hingga kestabilan pasokan pangan.
Menurutnya, situasi tersebut menuntut adanya langkah adaptasi yang lebih kuat agar ketersediaan pangan tetap terjaga dan masyarakat tidak hanya bergantung pada satu jenis komoditas.
Salah satu upaya yang dinilai penting adalah mendorong diversifikasi pangan di Kalimantan Timur. Dina menilai masyarakat perlu mulai membiasakan konsumsi pangan lokal sebagai alternatif selain beras.
“Diversifikasi pangan penting untuk kita dorong bersama. Kaltim memiliki banyak potensi pangan lokal yang bisa dimanfaatkan, sehingga masyarakat tidak hanya bergantung pada satu komoditas,” ujarnya.
Ia menjelaskan, pemanfaatan pangan lokal tidak hanya mendukung ketahanan pangan, tetapi juga menjadi bagian dari strategi menghadapi dampak perubahan iklim dalam jangka panjang.
Selain itu, Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur melalui DPTPH terus melakukan berbagai langkah untuk menjaga stabilitas pangan, mulai dari memperkuat distribusi hingga memastikan ketersediaan pasokan tetap aman di tengah tantangan cuaca ekstrem.
“Ketahanan pangan bukan hanya soal produksi, tetapi juga bagaimana distribusi berjalan baik dan masyarakat memiliki kesadaran untuk mengelola pangan secara bijak,” jelasnya.
Dina juga mengajak masyarakat untuk mulai mengurangi pemborosan makanan serta mendukung penggunaan produk pangan lokal sebagai bagian dari upaya menjaga ketahanan pangan daerah.
Dalam kegiatan tersebut turut hadir Ketua Ahli Perubahan Iklim dan Kehutanan Indonesia Region Kaltim, Akas Pinaringan Syaulu. Melalui diskusi itu, masyarakat diajak lebih memahami pentingnya pengelolaan pangan berkelanjutan dan kesiapan menghadapi dampak perubahan iklim di masa depan.
Penulis : Nurfa | Editor: Redaksi


















Users Today : 770
Total Users : 1290198
Views Today : 1966
Total views : 6344139