Teks foto: Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas’ud
Infobenua.com Samarinda — Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur mengevaluasi jajaran direksi Bankaltimtara menyusul dugaan tindak pidana korupsi di wilayah Kalimantan Utara dan penurunan kinerja keuangan bank.
Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas’ud mengatakan, kasus korupsi tersebut menyebabkan kerugian hingga ratusan miliar rupiah dan menjadi perhatian serius pemerintah daerah.
“Terjadi tindak pidana korupsi, ratusan miliar uang rakyat hilang. Itu tidak bisa dibiarkan,” ujarnya.
Selain itu, Pemprov Kaltim juga mencatat penurunan dividen yang diterima daerah dari Bankaltimtara. Dari target Rp338 miliar, realisasi hanya sekitar Rp191 miliar.
“Turunnya sekitar 32 persen, ini berdampak langsung pada APBD,” kata Rudy.
Penurunan tersebut membuat pemerintah daerah harus melakukan penyesuaian dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), khususnya pada perubahan anggaran.
“Karena itu perlu dilakukan evaluasi,” ujarnya.
Rudy menegaskan, evaluasi dilakukan untuk memperbaiki kinerja dan tata kelola bank daerah, termasuk pada jajaran direksi dan komisaris.
Menurutnya, Bankaltimtara memiliki peran strategis dalam pengelolaan keuangan publik sehingga harus dikelola secara profesional dan akuntabel.
“Ini menyangkut kepercayaan masyarakat, jadi harus dikelola oleh orang yang bertanggung jawab,” katanya.
Evaluasi dan pergantian direksi dinilai menjadi langkah untuk menjaga stabilitas keuangan daerah sekaligus meningkatkan kinerja bank.
Penulis: Frida |Editor: Eka Mandiri


















Users Today : 533
Total Users : 1365132
Views Today : 8380
Total views : 6600485