Keterangan foto: Kepala Dinas ESDM Kaltim Bambang Arwanto saat diwawancarai awak media.
Infobenua.com.Samarinda— Aktivitas tambang batu bara milik PT Singlurus Pratama di Kelurahan Argosari, Kecamatan Samboja Barat, Kutai Kartanegara (Kukar), resmi dihentikan usai longsor besar melanda kawasan tersebut, Kamis (9/10/2025). Insiden ini memutus akses jalan warga dan mengganggu aliran air bersih.
Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Kaltim, Bambang Arwanto, mengungkapkan aktivitas tambang berada hanya 100 meter dari permukiman yang jelas melanggar aturan jarak aman.
“Jaraknya 100 meter dan aktivitas tambang berada di kanan kiri pemukiman warga,” tegas Bambang saat ditemui di Swiss-Belhotel Borneo Samarinda, Rabu (15/10/2025).
Longsor tersebut menyebabkan jalan penghubung antar dusun patah total sepanjang 100 meter, dan pipa PDAM ikut rusak sehingga membuat distribusi air bersih ke rumah-rumah warga terganggu.
Pemerintah Kabupaten Kukar pun meminta perusahaan untuk memperbaiki jalan desa yang terdampak. Bambang menegaskan batas waktu perbaikan hanya satu minggu agar aktivitas masyarakat kembali normal.
“Tidak boleh ada lagi aktivitas tambang di sana sampai jalan desa diperbaiki,” ujarnya.
ESDM Kaltim juga telah mengadu ke inspektur tambang untuk melakukan investigasi lapangan dan menelusuri dokumen operasional PT Singlurus, termasuk AMDAL dan rencana kerja perusahaan.
“Nanti akan dicek, apakah semua sesuai dokumen mereka,” tambah Bambang.
Selain kerusakan infrastruktur, warga juga melaporkan kerugian ekonomi akibat rusaknya kebun pisang dan lahan pertanian mereka.
Soal sanksi, Dinas ESDM Kaltim menyerahkan sepenuhnya kepada Kementerian ESDM.
“Sanksi ditetapkan setelah hasil investigasi keluar. Kementerian yang menentukan sanksi, pembinaan, dan pengawasannya,” tegas Bambang.(red/frida)


















Users Today : 662
Total Users : 1365261
Views Today : 9248
Total views : 6601353