Wali Kota Bontang Basri Rase saat berfoto bersama. (Foto: Prokopim Bontang)
InfoBenua com.Bontang – Wali Kota Bontang Basri Rase menghadiri Rapat Koordinasi Forum Komunikasi Lembaga Pelatihan dengan Industri Daerah (FKLPI-D) yang diselenggarakan oleh Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) UPTD BLKI di Hotel Equator Bontang pada Senin(29/7/2024). Dalam acara ini, Basri Rase memastikan bahwa 95,11 persen pekerja rentan di Bontang telah dicover oleh asuransi Jamsostek.
Basri menyampaikan apresiasi kepada Sekretaris Disnakertrans Pemprov Kaltim, Aji Syahdu Gagah Citra, atas kepercayaan yang diberikan kepada Kota Bontang sebagai tuan rumah Rakor ini.
“Terima kasih atas kepercayaan kepada kami untuk pelaksanaan Rakor Disnakertrans se-Kaltim. Penyelenggaraan ini penting mengingat potensi devisa negara dan ekspor-impor yang tinggi di Kota Bontang,” ujarnya.
Dalam sambutannya, Basri menekankan bahwa Bontang, meskipun merupakan kota industri, perdagangan, dan jasa dengan wilayah terkecil di Kaltim, tidak memiliki sumber daya alam melimpah dan hanya berperan sebagai daerah pengolah. Namun, ia berharap agar Balai Latihan Kerja Industri (BLKI) dapat dimanfaatkan secara maksimal oleh Bontang tanpa harus melalui Disnakertrans Kaltim.
“Saya berharap BLKI itu diberikan saja ke Bontang, supaya kita lebih maksimal untuk mempergunakannya,” ucap Basri Rase. Hal ini ia sampaikan dengan harapan agar pelatihan dan peningkatan kompetensi tenaga kerja di Bontang dapat dilakukan lebih efektif dan efisien.
Basri juga menyoroti pentingnya Rapat Koordinasi ini dalam mencari solusi terbaik untuk meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) di Bontang. “Masalah yang dihadapi sekarang adalah pengangguran dan bagaimana meningkatkan kompetensi tenaga kerja di Kota Bontang agar benar-benar memiliki keterampilan sesuai kebutuhan yang ada,” ungkapnya.
Dalam Rakor tersebut, Basri menegaskan komitmen Pemerintah Kota Bontang untuk terus meningkatkan perlindungan bagi pekerja rentan melalui program asuransi Jamsostek. Dengan dicovernya 95,11 persen pekerja rentan, diharapkan kesejahteraan pekerja dapat terjamin dan mereka dapat bekerja dengan lebih tenang dan produktif.
Kegiatan Rapat Koordinasi FKLPI-D ini dihadiri oleh berbagai pemangku kepentingan dari industri dan lembaga pelatihan di Kalimantan Timur. Diskusi yang berlangsung diharapkan menghasilkan kebijakan dan langkah konkret untuk meningkatkan kompetensi dan perlindungan bagi tenaga kerja di seluruh daerah, khususnya di Kota Bontang.
Dengan upaya ini, Basri Rase berharap Kota Bontang dapat terus berkembang sebagai pusat industri yang tidak hanya unggul dalam produksi tetapi juga dalam kualitas SDM yang dimilikinya, sehingga mampu bersaing di tingkat nasional dan internasional.
Penulis Alawi penyunting eka mandiri

















Users Today : 567
Total Users : 1362224
Views Today : 7605
Total views : 6555760