JAKARTA – Wakapolri Komjen Pol. Prof. Dr. Dedi Prasetyo menegaskan bahwa pangkat bukan menjadi penghalang bagi setiap anggota Polri untuk terus belajar, melakukan riset, dan berinovasi demi memberikan manfaat bagi masyarakat.
Menurutnya, transformasi Polri membutuhkan semakin banyak personel yang mampu menggabungkan kompetensi akademik dengan pengabdian di lapangan. Salah satu contoh nyata adalah Bripda Muhammad Putra Aulia, anggota Polri yang berhasil mengembangkan berbagai inovasi di bidang ketahanan pangan dan lingkungan.
Bripda Putra merupakan lulusan Program Studi Peternakan Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau dengan predikat cum laude dan kini melanjutkan studi Magister Peternakan di Universitas Padjadjaran dengan konsentrasi Nutrisi Ternak. Penelitiannya berfokus pada pengembangan feed additive berbasis asam amino guna meningkatkan efisiensi produksi peternakan serta mendukung ketahanan pangan nasional.
Sebelum bergabung dengan Polri melalui jalur Bintara Kompetensi Khusus, Bripda Putra telah memiliki pengalaman sebagai Farm Manager di PT Charoen Pokphand Indonesia, Farm Manager Quality Control di PT Malindo Feedmill Indonesia, serta Tenaga Ahli Quality Assurance di industri air minum demineral. Pengalaman tersebut menjadi bekal dalam mengembangkan inovasi selama bertugas di Polda Riau.
Salah satu inovasi yang dikembangkannya adalah Fertiplus Harmoni Hijau, pupuk ramah lingkungan yang telah diproduksi lebih dari 5,2 ton dan didistribusikan ke seluruh Polres dan Polsek di jajaran Polda Riau untuk mendukung program ketahanan pangan nasional. Selain itu, ia juga menciptakan Densifur, disinfektan sulfur multifungsi yang dapat dimanfaatkan pada sektor pertanian, peternakan, dan perikanan.
Atas berbagai inovasinya, Bripda Putra menerima sejumlah penghargaan, seperti Siswa Terfavorit, Serdik Terinovatif, Satya Mitra Utama, serta apresiasi dari Kepala Pusdik Binmas Polri. Karyanya juga mendapat perhatian melalui berbagai publikasi media nasional.
Inovasi tersebut menjadi bagian dari implementasi konsep Green Innovation dalam paradigma Green Policing yang dikembangkan Kapolda Riau Irjen Pol. Herry Heryawan bersama Universitas Riau melalui pembentukan Pusat Studi Green Policing.
Kapolda Riau menjelaskan, Green Policing merupakan pendekatan pemolisian yang menempatkan perlindungan lingkungan hidup sebagai bagian penting dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat. Konsep tersebut dijalankan melalui tiga pilar utama, yakni pencegahan, penegakan hukum, dan pemulihan lingkungan, yang diperkuat dengan Green Leadership, Green Mindset, Green Culture, dan Green Innovation.
Wakapolri menilai Bripda Muhammad Putra Aulia membuktikan bahwa ilmu pengetahuan yang dimiliki anggota Polri dapat menjadi kekuatan institusi sekaligus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
“Pangkat bukan alasan ataupun penghalang untuk terus mengembangkan diri. Setiap anggota Polri memiliki kesempatan yang sama untuk belajar, meneliti, berinovasi, dan mengabdikan ilmunya bagi masyarakat. Passion terhadap ilmu pengetahuan harus menjadi energi untuk menghadirkan solusi atas berbagai persoalan bangsa,” ujar Wakapolri.
Ia menambahkan, Polri ingin membangun organisasi yang menghargai ilmu pengetahuan dan memberikan ruang bagi setiap personel untuk mengembangkan gagasan, riset, serta inovasi yang bermanfaat bagi masyarakat.
Sebagai bentuk dukungan terhadap budaya inovasi tersebut, Polri terus memperluas kerja sama dengan perguruan tinggi melalui jejaring Pusat Studi Kepolisian STIK-PTIK Lemdiklat Polri. Hingga saat ini telah terbentuk 79 Pusat Studi Kepolisian di berbagai perguruan tinggi di Indonesia, yang diharapkan menjadi wadah pengembangan Police Science, riset, inovasi, dan evidence-based policing guna mendukung program-program nasional.
Penyunting:Irwanto Sianturi

















Users Today : 557
Total Users : 1404048
Views Today : 1321
Total views : 6708286