Infobenua.Com.BONTANG – Pemerintah Kota Bontang menghadapi tantangan serius dengan meningkatnya prevalensi stunting di wilayahnya. Berdasarkan data Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023, prevalensi stunting di Bontang mencapai 27,4 persen, naik dari sekitar 21 persen pada periode sebelumnya. Fenomena ini menjadi perhatian utama Pemkot Bontang, yang kini berupaya keras untuk mempercepat penurunan angka stunting.
Untuk mengatasi masalah ini, Wali Kota Bontang, Basri Rase, secara resmi menandatangani perjanjian komitmen peningkatan infrastruktur dan pelayanan sanitasi di pendopo rumah jabatannya, Rabu (19/6/2024).
Acara tersebut turut dihadiri berbagai pejabat penting, termasuk Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian, dan Pengembangan Daerah (Bapperida), Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, dan Pertanahan (Perkimtan), Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Lingkungan Hidup (LH), Camat Bontang Selatan, serta Tim Kelompok Kerja (Pokja) pengembangan perumahan dan kawasan permukiman kota Bontang.
Pada pertemuan tersebut, Tim Pokja dan Bapperida memaparkan komitmen sanitasi berkelanjutan sebagai fokus utama. Mereka mempresentasikan berbagai strategi dan langkah konkret yang akan diambil untuk meningkatkan standar sanitasi di Bontang. Salah satu poin penting yang disampaikan adalah perlunya peningkatan infrastruktur sanitasi sebagai dasar kesehatan masyarakat, yang berdampak langsung pada upaya penurunan stunting.
Wali Kota Basri Rase menekankan bahwa komitmen ini merupakan langkah strategis untuk mewujudkan Bontang sebagai kota yang sehat dan bersih. Menurutnya, sanitasi yang memadai sangat penting untuk mencegah berbagai penyakit yang dapat menghambat pertumbuhan anak-anak. “Sanitasi yang baik adalah dasar bagi kesehatan masyarakat dan akan menentukan reputasi kota kita sebagai kawasan yang bersih,” ujarnya.
Wali Kota juga berterima kasih kepada semua pihak yang terlibat, terutama tim Pokja dan Bapperida, atas dedikasi mereka dalam merancang dan melaksanakan strategi sanitasi ini. “Kita harus menjaga kawasan pesisir kita dengan menerapkan pola hidup sehat dan menghindari kebiasaan buruk yang merugikan lingkungan,” tambahnya.
Dalam upaya meningkatkan partisipasi masyarakat, Pemkot Bontang menekankan pentingnya keterlibatan aktif warga dalam menjaga kebersihan lingkungan dan memanfaatkan fasilitas sanitasi yang telah disediakan. “Keterlibatan masyarakat sangat penting. Kami mengajak seluruh warga untuk bersama-sama menjaga dan memanfaatkan fasilitas sanitasi dengan baik, demi kesehatan dan kenyamanan bersama,” ungkap Basri Rase.
Penandatanganan komitmen ini menandai langkah awal dari serangkaian usaha yang akan dilakukan oleh Pemkot Bontang untuk memperbaiki layanan sanitasi. Langkah ini diharapkan tidak hanya akan meningkatkan kualitas hidup masyarakat, tetapi juga menjaga kelestarian lingkungan, yang pada akhirnya dapat membantu menurunkan prevalensi stunting di Bontang.
Penulis AW editor Redaksi




















Users Today : 312
Total Users : 1358790
Views Today : 901
Total views : 6529164