InfoBenua.Com
  • Home
  • Redaksi
  • INFO PRODUK
  • Blog
  • Infografis
  • Video
  • KODE ETIK PERUSAHAAN PERS
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang Kami
No Result
View All Result
InfoBenua.Com
  • Home
  • Redaksi
  • INFO PRODUK
  • Blog
  • Infografis
  • Video
  • KODE ETIK PERUSAHAAN PERS
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang Kami
No Result
View All Result
No Result
View All Result

Tantangan Pariwisata Samarinda di Tengah Peluang Besar IKN

by Eka Mandiri
Selasa, 30 Juni 2026, 12:10
in Berita, Kaltim, Opini, Samarinda
Bagikan

Penulis Dr. Fatimah Asyari, S.H., M.Hum. Advokat dan Dosen Fakultas Hukum Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda

Infobenua.com. Samarinda.Belakangan ini, Kota Samarinda semakin sering menjadi tuan rumah berbagai kegiatan budaya, olahraga, pemerintahan, hingga pertemuan nasional. Festival budaya digelar, ruang publik semakin tertata, dan wajah kota terus berbenah.

Ini tentu perkembangan yang patut diapresiasi.

Namun, di balik berbagai kemajuan tersebut, ada satu pertanyaan yang menurut saya perlu dijawab secara jujur.

“Mengapa banyak wisatawan datang ke Samarinda, tetapi tidak tinggal lebih lama?

Pertanyaan ini mungkin terdengar sederhana, tetapi sesungguhnya menjadi salah satu ukuran keberhasilan pembangunan pariwisata.

Pariwisata bukan hanya tentang banyaknya orang yang datang. Yang lebih penting adalah berapa lama mereka tinggal dan berapa besar uang yang mereka belanjakan selama berada di daerah tersebut.

Semakin lama wisatawan tinggal, semakin besar manfaat ekonomi yang dirasakan hotel, restoran, UMKM, transportasi, pelaku ekonomi kreatif, hingga masyarakat lokal.

Sebaliknya, apabila wisatawan datang pagi dan pulang sore, maka dampak ekonominya tentu sangat terbatas.

“Di sinilah tantangan yang masih dihadapi Samarinda.,Kota ini sebenarnya memiliki banyak potensi.

Ada Sungai Mahakam yang menjadi ikon Kalimantan Timur.

Ada Desa Budaya Pampang yang menyimpan kekayaan budaya Dayak Kenyah.

Ada Teras Samarinda yang mulai menjadi ruang publik favorit masyarakat.

Ada wisata kuliner yang terus berkembang.

Ada pula posisi strategis sebagai kota penyangga Ibu Kota Nusantara.

Namun, seluruh potensi tersebut belum sepenuhnya dirangkai menjadi pengalaman wisata yang utuh.

Wisatawan sering datang ke satu lokasi, berfoto, menikmati suasana beberapa jam, kemudian kembali ke daerah asal.

Bukan karena Samarinda tidak menarik.

Melainkan karena belum banyak alasan yang membuat mereka ingin tinggal lebih lama.

Menurut saya, inilah tantangan sesungguhnya.Pariwisata bukan lagi sekadar menjual tempat.

Pariwisata modern menjual pengalaman,Wisatawan ingin menikmati budaya, mencicipi kuliner, berinteraksi dengan masyarakat lokal, menyaksikan pertunjukan seni, berbelanja produk khas, hingga mengikuti aktivitas yang hanya bisa ditemukan di daerah tersebut.

“Jika semua pengalaman itu tersedia dalam satu paket, maka wisatawan tidak akan merasa cukup hanya berkunjung beberapa jam.

Mereka akan memilih menginap.Dari sinilah ekonomi daerah bergerak.

Karena itu, ke depan Samarinda perlu membangun ekosistem pariwisata, bukan sekadar memperbanyak agenda kegiatan.

Festival budaya, wisata sungai, kuliner, ekonomi kreatif, pusat oleh-oleh, museum, ruang publik, dan desa wisata harus saling terhubung.

“Bayangkan jika seorang wisatawan memulai pagi dengan menikmati Festival Budaya Pampang, siang mencicipi kuliner khas Samarinda, sore menyusuri Sungai Mahakam, malam menikmati suasana Teras Samarinda, lalu keesokan harinya melanjutkan perjalanan ke destinasi lain di Kalimantan Timur.

Pola perjalanan seperti ini akan memperpanjang masa tinggal wisatawan sekaligus meningkatkan perputaran ekonomi daerah.

Promosi juga perlu berubah.

Jangan hanya mengajak orang datang.

Ajak mereka tinggal lebih lama.

Sampaikan bahwa Samarinda tidak cukup dinikmati dalam satu hari.

“Sebagai akademisi hukum, saya juga melihat pentingnya dukungan kebijakan yang mendorong kolaborasi antara pemerintah, pelaku usaha, masyarakat adat, perguruan tinggi, dan komunitas kreatif. Pengembangan pariwisata tidak bisa berjalan sendiri-sendiri. Ia membutuhkan perencanaan yang terpadu, target yang jelas, dan evaluasi yang berbasis data.

Di era Ibu Kota Nusantara, Samarinda memiliki peluang yang belum tentu datang dua kali.

Arus kunjungan ke Kalimantan Timur akan terus meningkat. Pertanyaannya bukan lagi apakah wisatawan akan datang, melainkan apakah Samarinda mampu membuat mereka bertahan lebih lama.

“Inilah pekerjaan rumah yang perlu kita jawab bersama.Karena keberhasilan pariwisata bukan diukur dari ramainya sebuah acara.

Bukan pula dari banyaknya foto yang beredar di media sosial.

Keberhasilan pariwisata adalah ketika wisatawan berkata,

“Satu hari di Samarinda ternyata tidak cukup. Saya harus kembali lagi.”

Kalimat sederhana itulah yang sesungguhnya menjadi ukuran keberhasilan sebuah kota wisata.

“Pariwisata bukan sekadar menghadirkan wisatawan. Tantangan yang lebih besar adalah menciptakan alasan agar mereka betah tinggal, kembali berkunjung, dan dengan sukarela menceritakan pengalaman mereka kepada dunia.”

  • Trending
  • Comments
  • Latest

Warga Muara Badak Resahkan Rehabilitasi Jembatan Sambera yang Dinilai Tak Sesuai Spesifikasi

Kamis, 24 Februari 2022, 21:32
Tambang Diduga Koridor di Siluq Ngurai , Minta Aparat Eksekusi

Tambang Diduga Koridor di Siluq Ngurai , Minta Aparat Eksekusi

Kamis, 9 Juni 2022, 23:48
H. Sigit Alfian Nahkodai SIJAKA di Kota Bontang Berikut Harapannya

H. Sigit Alfian Nahkodai SIJAKA di Kota Bontang Berikut Harapannya

Jumat, 1 April 2022, 10:02
Persiapan Pelantikan KMB Kaltim 2022, KMB Kaltim akan Meningkatkan Eksistensi, Gerakan, Elektabilitas Organisasi, Serta Mampu Mengabdi untuk Masyarakat

Persiapan Pelantikan KMB Kaltim 2022, KMB Kaltim akan Meningkatkan Eksistensi, Gerakan, Elektabilitas Organisasi, Serta Mampu Mengabdi untuk Masyarakat

Rabu, 9 Maret 2022, 22:17
Danlanud Dhomber Balikpapan Dedy Susanto Pamitan, Kepada Anggota DPRD Balikpapan

Danlanud Dhomber Balikpapan Dedy Susanto Pamitan, Kepada Anggota DPRD Balikpapan

0
Ketua DPRD Balikpapan Belum Terima Nama Dari Fraksi Untuk Perubahan AKD

Ketua DPRD Balikpapan Belum Terima Nama Dari Fraksi Untuk Perubahan AKD

0
DPRD Balikpapan Akan Melakukan Perombakan AKD

DPRD Balikpapan Akan Melakukan Perombakan AKD

0
HUT Kota Samarinda ke-354 dan HUT Pemkot Samarinda ke-62, Pemkot Melakukan Penghijauan di sungai Karang mumus

HUT Kota Samarinda ke-354 dan HUT Pemkot Samarinda ke-62, Pemkot Melakukan Penghijauan di sungai Karang mumus

0
Batu Bara Bukan Penyebab! PLN Ungkap PLTGU Rusak, Listrik Padam Bergilir hingga Juli

Batu Bara Bukan Penyebab! PLN Ungkap PLTGU Rusak, Listrik Padam Bergilir hingga Juli

Selasa, 30 Juni 2026, 12:13
NasDem Kaltim Tebar Kebaikan di Hari Raya Iduladha 1447 H, Momentum Merawat Kepedulian Sosial

Tantangan Pariwisata Samarinda di Tengah Peluang Besar IKN

Selasa, 30 Juni 2026, 12:10
Pemerintah Terima Tanah untuk 3 Juta Rumah dari Lippo Cikarang, Menteri Nusron Komitmen Percepat Proses Hibah

Pemerintah Terima Tanah untuk 3 Juta Rumah dari Lippo Cikarang, Menteri Nusron Komitmen Percepat Proses Hibah

Selasa, 30 Juni 2026, 10:07
Awalnya Ragu, Ini Cerita Warga Jakarta yang Akhirnya Urus Sertipikat Tanah Tanpa Calo

Awalnya Ragu, Ini Cerita Warga Jakarta yang Akhirnya Urus Sertipikat Tanah Tanpa Calo

Selasa, 30 Juni 2026, 10:02

Infobenua.com TVChannel

Statistik Pengunjung

1358787
Users Today : 309
Total Users : 1358787
Views Today : 886
Total views : 6529149
  • Home
  • Redaksi
  • INFO PRODUK
  • Blog
  • Infografis
  • Video
  • KODE ETIK PERUSAHAAN PERS
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang Kami

Copyright © 2017-2025 InfoBenua.com