Infobenua.com.Kukar – Keberadaan ruang terbuka publik (RTP) di Tenggarong semakin menegaskan arah pembangunan Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) yang berorientasi pada pariwisata dan kualitas hidup masyarakat. Salah satu ikon baru adalah Taman Tanjong, yang kini menjadi ruang hijau sekaligus ruang interaksi sosial bagi warga.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kukar, Wiyono, menjelaskan bahwa pembangunan Taman Tanjong memakan waktu dua tahun dengan sistem bertahap, mengingat keterbatasan pembiayaan yang harus dibagi dengan proyek lain.
Meski begitu, tahun ini taman tersebut resmi difungsikan dan langsung mendapat respon positif dari masyarakat.
“Pembangunannya memang bertahap, sedikit demi sedikit karena berbagi dengan kebutuhan lain. Alhamdulillah, tahun ini sudah bisa difungsikan meski masih ada kekurangan. Yang penting, masyarakat bisa menikmatinya,” ujar Wiyono, belum lama ini.
Taman Tanjong sendiri berdiri di atas lahan eks Perumahan Tanjong yang telah dibongkar dan direlokasi. Letaknya strategis, tepat di samping kawasan Taman Titik Nol Tenggarong, sehingga menambah daya tarik kawasan pusat kota sebagai destinasi wisata perkotaan.
Meski urusan pengelolaan pertamanan kini menjadi kewenangan Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK), sebelumnya berada di bawah Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim), DPU Kukar tetap memberi dukungan dalam bentuk penyediaan infrastruktur dasar.
Wiyono menyatakan, pembangunan ruang terbuka publik seperti Taman Tanjong merupakan bagian dari komitmen Pemkab Kukar dalam menyiapkan kota yang ramah bagi masyarakat sekaligus menarik wisatawan.
“Kalau bicara visi misi Bupati, salah satunya memang menyiapkan Kukar sebagai daerah wisata. Ruang terbuka publik seperti ini menjadi bagian penting untuk mendukung itu. Karena wisata bukan hanya soal objek besar, tapi juga kenyamanan kota secara menyeluruh,” jelasnya.
Selain Taman Tanjong, pemerintah juga terus memperbaiki dan menata ruang publik lainnya di Tenggarong. Beberapa titik yang kini mendapat perhatian antara lain ruang terbuka hijau di depan pasar serta kawasan penurapan sungai di depan Gedung Telkom.
Langkah ini, menurut Wiyono, bukan hanya memperindah wajah kota, tetapi juga menambah ruang interaksi masyarakat sekaligus memperkuat identitas Tenggarong sebagai “Kota Raja” yang bersahabat dengan wisatawan.
“Taman kecil di depan pasar, kemudian penurapan di depan Telkom, itu juga bagian dari ruang terbuka hijau yang kita tata. Jadi, kita ingin wajah Tenggarong semakin lengkap sebagai kota wisata,” tambahnya.
Hadirnya Taman Tanjong dan sejumlah ruang terbuka publik lain, Pemkab Kukar menegaskan komitmennya dalam membangun ekosistem wisata yang terintegrasi.
Fasilitas-fasilitas ini bukan hanya mempercantik kota, melainkan juga memberi ruang nyaman bagi masyarakat untuk berkumpul, berolahraga, atau sekadar menikmati suasana kota.
Ke depan, DPU bersama perangkat daerah terkait akan terus berkoordinasi agar ruang publik di Tenggarong dan sekitarnya dapat berkembang sesuai kebutuhan.
Dengan demikian, pariwisata Kukar tidak hanya bertumpu pada daya tarik budaya dan alam, tetapi juga didukung oleh tata ruang kota yang ramah, indah, dan fungsional.
“Ini penting sebagai penunjang Kutai Negara, sebagai daerah wisata karena di dalam visi misi Bupati ini juga ada terkait dengan bagaimana bahwa kita mempersiapkan diri sebagai daerah wisata,” tandasnya.
penulis Lisa editor redaksi




















Users Today : 1590
Total Users : 1325768
Views Today : 3459
Total views : 6445750