Teks foto: Wakil Ketua Komisi IV DPRD Samarinda, Sri Puji Astuti.
Infobenua.com Samarinda — Fenomena orang tua yang berlomba memasukkan anak ke sekolah favorit kembali menjadi perhatian DPRD Kota Samarinda. Wakil Ketua Komisi IV DPRD Samarinda, Sri Puji Astuti, menilai masih banyak keluarga yang menaruh harapan terlalu besar kepada sekolah, sementara peran pendidikan di rumah justru kurang mendapat perhatian.
Menurutnya, tidak sedikit orang tua yang rela mengeluarkan biaya besar untuk les dan bimbingan belajar agar anak bisa diterima di sekolah tertentu.
Namun ketika sekolah meminta dukungan untuk menunjang proses belajar, sebagian justru merasa keberatan.
“Kadang orang tua ingin anak mendapat pendidikan terbaik, tetapi dukungan terhadap proses belajarnya belum maksimal,” kata Sri Puji (20/6/2026).
Ia menegaskan kualitas pendidikan tidak ditentukan oleh nama besar sekolah semata. Keberhasilan seorang anak, lanjutnya, juga dipengaruhi lingkungan keluarga, pergaulan, hingga kebiasaan belajar yang dibangun di rumah.
Sri Puji menilai masih ada anggapan bahwa sekolah favorit dapat menyelesaikan seluruh persoalan pendidikan anak.
Akibatnya, ketika anak gagal masuk sekolah yang diincar, kritik langsung diarahkan kepada pemerintah atau sekolah.
Padahal, kata dia, pendidikan merupakan tanggung jawab bersama, bukan hanya tugas tenaga pendidik di ruang kelas.
“Sekolah hanya salah satu bagian. Ada peran keluarga, lingkungan, bahkan perkembangan teknologi yang ikut membentuk anak-anak hari ini,” ujarnya.
Ia mencontohkan, saat ini anak lebih banyak berinteraksi dengan berbagai sumber informasi melalui internet dan media sosial. Kondisi tersebut membuat proses pendidikan tidak lagi hanya berlangsung di sekolah.
Di sisi lain, hasil Asesmen Nasional masih menunjukkan kemampuan literasi peserta didik yang perlu ditingkatkan.
Menurut Sri Puji, kondisi itu menjadi bukti bahwa tantangan pendidikan jauh lebih kompleks dibanding sekadar persoalan masuk sekolah favorit.
“Kalau orientasinya hanya mengejar sekolah favorit, persoalan mendasar dalam pendidikan bisa terabaikan,” katanya.
Sri Puji menegaskan Pemerintah Kota Samarinda selama ini terus melakukan berbagai upaya untuk meningkatkan kualitas pendidikan, mulai dari penyediaan anggaran, pemerataan guru, hingga penyusunan regulasi pendukung.
Namun ia mengingatkan, keberhasilan pendidikan tidak akan tercapai jika seluruh tanggung jawab dibebankan kepada sekolah dan pemerintah.
“Anak lebih banyak menghabiskan waktunya di luar sekolah. Karena itu keluarga tetap menjadi fondasi utama pendidikan,” demikian Puji.
Penulis: Frida | Editor: Eka Mandiri


















Users Today : 1102
Total Users : 1349743
Views Today : 2366
Total views : 6503668