InfoBenua.com.BALIKPAPAN: Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Timur, Sri Wahyuni, mengapresiasi proposal kerjasama bisnis distribusi minyak goreng yang disampaikan oleh PT Kaltim Melati Bhakti Satya (KTMBS) pada Selasa (11/6/2024) di Hotel Novotel Balikpapan.
Dalam acara tersebut, manajemen PT KTMBS menjelaskan rencana mereka untuk turut serta dalam distribusi minyak goreng melalui Domestic Market Obligation (DMO) dengan PT Kutai Refinery Nusantara (KRN).
“Kita tadi mendengarkan ekspos tentang rencana KTMBS untuk ikut serta di dalam ambil bagian dari DMO-nya minyak goreng,” ungkap Sekda Sri Wahyuni.
Ia menyatakan bahwa saat ini ketersediaan minyak goreng merk Minyak Kita sangat terbatas di Kaltim, meskipun daerah tersebut merupakan penghasil sawit.
“Padahal kita penghasil sawit, harusnya itu tidak menjadi kendala,” tegasnya.
Sekda Sri Wahyuni mendorong agar kerjasama ini segera diwujudkan melalui Memorandum of Understanding (MoU) dan Perjanjian Kerjasama (PKS) dengan pihak terkait. Dengan demikian, pasokan minyak goreng Minyak Kita yang sesuai dengan harga eceran tertinggi (HET) dapat tercapai.
“Jadi satu sisi pasokannya ada dan harganya mudah tercapai,” harapnya.
Sri Wahyuni juga bersyukur bahwa skema kerjasama ini sudah dipersiapkan oleh pihak KTMBS.
“Mudah-mudahan dalam waktu dekat MoU-nya sudah bisa berjalan,” ungkapnya, menambahkan bahwa koordinasi teknis akan dilakukan dengan Biro Perekonomian, Disperindagkop, dan KTMBS.
Acara tersebut juga dihadiri oleh Kepala Biro Perekonomian Setda Prov Kaltim Iwan Dharmawan, Kepala Bidang Perdagangan Disperindagkop UKM Kaltim Ali Wardhana, Sekretaris PT KTMBS Ahmad Basuki Nugroho bersama Ketua Tim Dian dan staf PT KTMBS.
Sekda menegaskan bahwa sinergi antara pemerintah dan sektor swasta sangat penting untuk memastikan ketersediaan dan keterjangkauan harga minyak goreng bagi masyarakat Kaltim.
Dengan kerjasama ini, diharapkan pasokan minyak goreng di Kaltim dapat terjaga dan masyarakat dapat membeli minyak goreng dengan harga yang terjangkau.
“Nanti secara teknis dengan Biro Perekonomian, Disperindagkop, dan KTMBS,” pungkasnya.
Penulis Frida l editor eka mandiri



















Users Today : 851
Total Users : 1264109
Views Today : 2109
Total views : 6269581