Teks foto: Asisten Manajer Humas Perumda Tirta Kencana Samarinda, Cevi Wahyudi
Infobenua.com, Samarinda–Tujuh mobil tangki milik Perumda Tirta Kencana Samarinda disiapkan untuk mendistribusikan air bersih ke kawasan yang masih mengalami gangguan pelayanan.
Masing-masing armada mampu membawa sekitar 5.000 liter air. Pengiriman dilakukan berdasarkan laporan kebutuhan yang dihimpun Satuan Tugas (Satgas) melalui RT dan kelurahan.
Asisten Manajer Humas Perumda Tirta Kencana Samarinda, Cevi Wahyudi, mengatakan mekanisme tersebut diterapkan agar penyaluran tidak dilakukan secara acak.
“Jadi kami satu pintu sama Satgas. Data-data itu dari pelanggan, dari RT, kemudian ke kelurahan, masuk ke Satgas,” kata Cevi (16/9/2026).
Setelah data diterima, Satgas menentukan lokasi yang membutuhkan pasokan. Perumda kemudian mengarahkan armada sesuai daftar wilayah yang telah diteruskan.
“Jadi kami tinggal menunggu data dari Satgas, di mana yang membutuhkan, kami arahkan armada ke sana,” ujarnya.
Distribusi tidak dibatasi hanya untuk pelanggan Perumda. Warga yang berada di kawasan terdampak tetap dapat menerima bantuan apabila membutuhkan air bersih.
“Kalau memang di situ membutuhkan, kami salurkan. Jadi tidak melihat dia pelanggan atau bukan pelanggan,” sebut Cevi.
Penyaluran juga melibatkan BPBD, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkar) serta sejumlah unsur lainnya. Masing-masing armada digunakan untuk menjangkau titik yang masuk dalam pendataan kebutuhan air.
Pampang menjadi salah satu wilayah yang sempat mendapat pasokan air melalui mobil tangki. Penyaluran dilakukan setelah kebutuhan warga di kawasan tersebut dilaporkan dan masuk dalam koordinasi Satgas.
Selain mobil tangki, Perumda sebelumnya membuka terminal air bersih di Sungai Kapih dan Selili. Warga di sekitar lokasi dapat mengambil air secara langsung dari titik tersebut.
Menurut Cevi, terminal disiapkan untuk mengurangi ketergantungan warga terhadap mobil tangki. Dengan begitu, armada dapat bergerak ke wilayah lain yang membutuhkan pasokan.
“Terminal itu kami buka supaya masyarakat bisa langsung mengambil air di situ. Jadi tidak semuanya harus menunggu mobil tangki datang,” jelasnya.
Terminal tersebut tidak dioperasikan terus-menerus. Setelah pelayanan air kembali membaik dan kebutuhan darurat menurun, Perumda menghentikan operasionalnya.
“Kalau sudah normal, terminal itu kami tutup. Jangan sampai nanti air yang kami berikan malah disalahgunakan atau dijual lagi,” kata Cevi.
Selama gangguan pelayanan masih terjadi, laporan kebutuhan air tetap dikumpulkan melalui RT dan kelurahan sebelum diteruskan kepada Satgas. Data itu menjadi dasar penentuan wilayah yang mendapat distribusi.
Pengerahan mobil tangki dan penyediaan titik pengambilan air selanjutnya disesuaikan dengan kondisi pelayanan serta jumlah warga yang masih membutuhkan pasokan air bersih.
Penulis: Frida | Editor: Eka Mandiri


















Users Today : 726
Total Users : 1484550
Views Today : 1144
Total views : 6887245