INFOBENUA, SAMARINDA – Permohonannya Dinas Perhubungan bukan kepada DPRD Provinsi Kaltim.
Sarkowi, Anggota Komisi III mengatakan bahwa Dishub mengusulkan anggaran ke APBD P.
“Jika terjadi ketidaksesuaian jumlah anggaran yang dikabulkan itu masalah internal mereka,” ujarnya (7/21)
Menurutnya pihaknya hanya akan fokus pada evaluasi daya serapnya. Dari anggaran 58 miliar, itu baru terealisasi 10 miliar. Jika di komulatifnya hanya 18%.
“Sehingga kami meminta kepada teman-teman untuk meningkatkan daya serapnya,” bebernya
Kemudian ia menyampaikan bahwa karena sebentar lagi, kami akan membahas APBD Perubahan. “Mereka berjanji dalam waktu dekat untuk melakukan realisasi tersebut,” imbuhnya
Memang Sarkowi menuturkan saat ini ada yang masih dalam proses tahap lelang. Dan dirinya meminta apa yang sudah menjadi program agar segera diselesaikan.
“Selain itu, tadi juga dibahas dalam menyusun program kedepan. Mereka meminta juga apa yang menjadi visi dan misi gubernur, karena terlihat kegiatan kedepan itu lebih kepada study-study.
” kami meminta agar perencanaan yang dibuat itu nyambung dengan realisasinya,” teganya
Lebih lanjut dia menjelaskan jika rapat dengan komisi III ingin melakukan program study. Ini akan menghasilkan apa, dan output yang didapatkan pun harus benar-benar sampai terwujud.
“Misalnya ada program membangun kereta api, nah dilihat lagi apakah hal tersebut begitu mendesak untuk dilakukan.
” kita ingin agar semua dikembalikan kepada program prioritas,” harapnya
Ditambahkan Sarkowi alasan utama keterlambatan ini adalah adanya perubahan sistem, antara pemakaian keuangannya menggunakan Sistem Informasi Manajemen Daerah (SIMDA) dan lainnya menggunakan Surat Perintah Perjalanan Dinas (SPPD).
“Masalah tersebut sudah lewat, nah pada rapat ini kami menanyakan kembali kendala apa lagi yang terjadi, yang membutuhkan gerak cepat. Misalnya ada kendala tapi waktu atau target yang diberikan terlambat otomatis memerlukan langkah yang tepat,” paparnya
“Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (Silpa), itu bukan karena tidak bisa dikerjakan, dengan alasan tidak memiliki waktu,” ulasnya
Ia menegaskan bahwa Silpa itu ada disebabkan adanya penghematan dari program, misalnya ada kegiatan yang sudah berjalan namun masih ada sisa. Itulah yang dinamakan silpa.
“Jika tidak ada program yang jalan, barulah kita mempertanyakan kinerja selama ini,” pungkasnya. (*DC).

















Users Today : 605
Total Users : 1272017
Views Today : 1484
Total views : 6292531