Ket foto: Kepala Dinas Kesehatan Kota Samarinda, Ismed Kusasih.
Infobenua.com Samarinda – Pemerintah Kota Samarinda terus mempercepat pembenahan sektor kesehatan dengan menerapkan pola Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) di berbagai fasilitas layanan. Hingga 2026, seluruh puskesmas di kota ini telah bertransformasi menjadi BLUD, melengkapi rumah sakit dan Laboratorium Kesehatan Daerah yang lebih dahulu menerapkan sistem tersebut.
Kebijakan ini diambil sebagai langkah strategis untuk memperkuat kualitas pelayanan sekaligus menciptakan sistem pengelolaan keuangan yang lebih fleksibel. Melalui skema BLUD, fasilitas kesehatan diharapkan mampu merespons kebutuhan masyarakat secara lebih cepat, tetap dengan prinsip transparansi dan akuntabilitas yang terjaga.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Samarinda, Ismed Kusasih, menyampaikan bahwa jumlah fasilitas kesehatan yang telah menerapkan BLUD saat ini mencapai 28 unit.
“Jumlah unit BLUD di sektor kesehatan saat ini tercatat sebanyak 28, yang meliputi seluruh puskesmas, satu rumah sakit, serta satu Laboratorium Kesehatan Daerah,” ujarnya, Kamis (16/4/2026).
Ia menjelaskan, penerapan sistem tersebut tidak dilakukan secara instan, melainkan melalui proses bertahap selama beberapa tahun hingga akhirnya seluruh puskesmas berhasil mengadopsinya pada tahun ini.
“Pada tahun 2026 terdapat tujuh puskesmas terakhir yang menyelesaikan proses penerapan, sehingga seluruh puskesmas kini telah berstatus BLUD,” katanya.
Ismed menegaskan bahwa fleksibilitas dalam pengelolaan keuangan yang diberikan melalui sistem BLUD tetap berada dalam koridor aturan yang ketat.
“Fleksibilitas pengelolaan keuangan dalam BLUD tetap mengacu pada regulasi yang berlaku, mulai dari penetapan oleh kepala daerah hingga pengaturan struktur organisasi pengelolanya,” jelasnya.
Menurutnya, penerapan BLUD tidak berorientasi pada keuntungan, melainkan untuk meningkatkan mutu layanan kepada masyarakat.
“Fokus utama BLUD adalah memberikan pelayanan yang maksimal. Adapun peningkatan pendapatan yang terjadi merupakan dampak positif, bukan tujuan utama,” tegasnya.
Lebih lanjut, ia mengungkapkan bahwa sektor BLUD kesehatan memberikan kontribusi cukup besar terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Samarinda, dengan kisaran sekitar 20 persen.
“Kontribusi BLUD terhadap PAD Kota Samarinda berada pada kisaran 20 persen, yang menunjukkan peran strategis sektor kesehatan dalam mendukung pendapatan daerah,” ungkapnya.
Kinerja menonjol juga ditunjukkan oleh Laboratorium Kesehatan Daerah yang tidak hanya melampaui target pendapatan, tetapi juga memperoleh pengakuan di tingkat nasional.
“Laboratorium Kesehatan Daerah memiliki target pendapatan sebesar Rp4 miliar, namun realisasinya hampir mencapai Rp6 miliar. Selain itu, unit ini juga memperoleh predikat terbaik di tingkat nasional,” paparnya.
Ia menilai, capaian tersebut menjadi bukti bahwa penerapan BLUD mampu mendorong peningkatan kualitas layanan sekaligus berdampak pada kinerja keuangan.
“Peningkatan kualitas pelayanan akan sejalan dengan pertumbuhan pendapatan, dan hal tersebut yang terus kami dorong,” ujarnya.
Selain Labkesda, sejumlah puskesmas dan rumah sakit juga mencatatkan peningkatan kinerja setelah mengadopsi sistem BLUD.
“Dari 78 unit pelayanan publik, lima unit terbaik di antaranya merupakan fasilitas kesehatan yang telah berstatus BLUD,” jelasnya.
Ia menambahkan, keberhasilan ini menunjukkan bahwa reformasi pengelolaan layanan kesehatan di Samarinda berada pada jalur yang tepat.
“Penerapan BLUD menjadi instrumen penting dalam upaya meningkatkan kualitas pelayanan publik di bidang kesehatan,” pungkasnya.
Penulis Nisnun Editor Eka Mandiri


















Users Today : 625
Total Users : 1262814
Views Today : 1972
Total views : 6265948