Infobenua.com, Moskow — Rusia akan menutup tiga pusat kebudayaan Goethe-Institut di Moskow, St. Petersburg, dan Yekaterinburg. Keputusan tersebut diumumkan Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov pada Kamis (3/9), sebagai respons terhadap langkah Jerman menutup fasilitas budaya Rusia di Berlin.
Lavrov menyampaikan keputusan tersebut dalam Forum Ekonomi Timur di Vladivostok. Pernyataannya dikutip oleh kantor berita Rusia TASS dan Interfax.
“Tentu saja mereka akan ditutup setelah pusat kebudayaan kami diusir dari sana [Berlin],” kata Lavrov.
Menurut Lavrov, keputusan Berlin akan berujung pada penghentian aktivitas Goethe-Institut di Rusia.
“Mereka sengaja mengambil langkah ini, mereka seharusnya memahami konsekuensinya, yang berarti berakhirnya kehadiran budaya mereka di Rusia,” kata Lavrov, menurut kantor berita pemerintah Rusia TASS.
Lavrov mengatakan pusat-pusat kebudayaan Jerman tersebut selama ini masih beroperasi di Rusia meskipun hubungan Moskow dengan negara-negara Barat memburuk akibat perang di Ukraina.
Ia menyebut Goethe-Institut tetap menjalankan kegiatannya “meskipun terdapat berbagai komplikasi terkait Ukraina dalam hubungan kami dengan Barat.”
Respons atas Tuduhan Serangan Drone
Keputusan Rusia muncul setelah Jerman menuduh Moskow berada di balik upaya serangan menggunakan drone terhadap Bandara Leipzig/Halle.
Berlin kemudian mengambil sejumlah langkah sebagai respons, termasuk menutup Russian House di Berlin dan konsulat Rusia di Bonn.
Moskow tidak berhenti pada penutupan Goethe-Institut. Pemerintah Rusia juga mengisyaratkan kemungkinan mengambil tindakan tambahan terhadap institusi diplomatik Jerman, termasuk kemungkinan penutupan konsulat jenderal Jerman di St. Petersburg.
Pada Rabu (2/9), Kementerian Luar Negeri Rusia memanggil kuasa usaha Kedutaan Besar Jerman di Moskow. Pemanggilan tersebut dilakukan untuk menyampaikan protes atas respons Berlin terhadap insiden drone yang terjadi pada Agustus.
Menurut Kementerian Luar Negeri Rusia, diplomat Jerman tersebut dipanggil terkait tindakan dan pernyataan yang dianggap anti-Rusia dari para pemimpin Jerman.
Sehari sebelumnya, Presiden Rusia Vladimir Putin juga menuduh Jerman merekayasa bukti untuk mengaitkan Moskow dengan drone yang membawa bahan peledak tersebut.
Goethe-Institut dan Memburuknya Hubungan Rusia-Barat
Goethe-Institut membuka cabang pertamanya di Rusia di Moskow pada 1992, tidak lama setelah Uni Soviet runtuh. Lembaga kebudayaan Jerman tersebut kini menjalankan kegiatan di sekitar 100 negara.
Goethe-Institut berfokus pada pengajaran bahasa Jerman serta pertukaran informasi mengenai budaya dan masyarakat Jerman.
Keberadaan lembaga tersebut di Rusia selama ini menjadi salah satu bentuk hubungan budaya antara kedua negara. Namun, Goethe-Institut kini menjadi salah satu dari sedikit institusi Jerman yang masih menjalankan aktivitas di Rusia.
Hubungan kedua negara memburuk tajam sejak Rusia menginvasi Ukraina. Moskow dalam beberapa tahun terakhir juga meningkatkan pembatasan terhadap organisasi asing.
Sejumlah lembaga internasional telah dimasukkan Rusia ke dalam daftar organisasi “tidak diinginkan”, yang secara efektif melarang mereka menjalankan kegiatan di negara tersebut.
Langkah serupa sebelumnya pernah diterapkan terhadap British Council. Pada 2018, Rusia memerintahkan penutupan lembaga kebudayaan Inggris itu setelah hubungan diplomatik antara Moskow dan London memburuk.
Penutupan Goethe-Institut di tiga kota Rusia menandai semakin menyempitnya ruang bagi kerja sama budaya Jerman-Rusia di tengah memburuknya hubungan politik dan diplomatik kedua negara. (*)



















Users Today : 847
Total Users : 1462815
Views Today : 2630
Total views : 6842017