Ketua Bapemperda DPRD Samarinda,Kamaruddin
Infobenua.com Samarinda – Arah pengembangan pariwisata Samarinda hingga 2045 mulai kembali dimatangkan. DPRD Kota Samarinda melalui Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) melanjutkan pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Daerah (RIPPARDA) 2025-2045.
Raperda tersebut disiapkan sebagai fondasi perencanaan pariwisata dalam jangka panjang. Tidak sekadar mengatur pengembangan destinasi, dokumen ini juga mencakup industri pariwisata, strategi pemasaran, hingga penguatan kelembagaan.
Ketua Bapemperda DPRD Samarinda, Kamaruddin, mengatakan penyusunan kajian akademis RIPPARDA sebenarnya telah dilakukan beberapa tahun lalu. Namun, perkembangan kota membuat sejumlah substansi perlu kembali dikaji agar regulasi yang dihasilkan tidak tertinggal dengan kondisi terbaru.
“Kajian akademisnya sudah disusun beberapa tahun sebelumnya. Karena itu, kalau sekarang ada bagian yang perlu diperbaiki atau disesuaikan dengan perkembangan terbaru, tentu harus disempurnakan terlebih dahulu,” ujar Kamaruddin.
Menurut Kamaruddin, pembahasan RIPPARDA sebelumnya belum berjalan maksimal lantaran keterbatasan agenda dalam program pembentukan peraturan daerah. Tahun ini, regulasi tersebut kembali masuk dalam daftar pembahasan Bapemperda dan diharapkan dapat segera menemukan bentuk final.
Ia menargetkan penyempurnaan materi dapat dirampungkan pada 2026. Harapannya, RIPPARDA nantinya tidak berhenti sebagai dokumen perencanaan, tetapi benar-benar menjadi acuan dalam menentukan arah pembangunan pariwisata Samarinda selama dua puluh tahun ke depan.
Pembahasan pun dilakukan secara lintas sektor dengan melibatkan sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD). Di antaranya Disporapar Samarinda, Bapperida, Dinas Perhubungan, Dinas Lingkungan Hidup dan sejumlah perangkat daerah lain yang memiliki keterkaitan dengan sektor pariwisata.
Berbagai aspek dalam dokumen lama turut dievaluasi. Mulai dari dasar hukum, nomenklatur perangkat daerah, hingga penyebutan wilayah dan pembagian kawasan yang harus disesuaikan dengan kondisi pemerintahan saat ini.
Sekretaris Disporapar Samarinda, Andy Ariefin, menilai pembaruan RIPPARDA menjadi kebutuhan penting karena wajah pariwisata terus mengalami perubahan. Perencanaan yang dibuat harus mampu membaca perkembangan destinasi, tren wisatawan, serta potensi baru yang muncul di Kota Tepian.
Selain pembangunan destinasi, strategi promosi juga menjadi salah satu perhatian dalam pembahasan. Kepala Bidang Sarana Komunikasi dan Diseminasi Informasi Diskominfo Samarinda, Dhanny Rakhmady, mendorong agar kekuatan kanal digital dimasukkan lebih optimal dalam strategi pemasaran pariwisata.
Menurut Dhanny, destinasi yang memiliki potensi besar tidak akan maksimal jika tidak dibarengi strategi promosi yang tepat. Pemanfaatan media digital dinilai dapat membantu memperkenalkan berbagai potensi Samarinda ke pasar yang lebih luas, sekaligus membuka peluang kedatangan wisatawan dan investasi.
Sejumlah kawasan juga mulai dilirik untuk memperkaya pilihan destinasi. Revitalisasi kawasan bersejarah Citra Niaga dan pengembangan Kampung Pecinan menjadi dua potensi yang mendapat perhatian dalam proses penyempurnaan dokumen tersebut.
DPRD Samarinda juga menilai pembangunan pariwisata tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah daerah. Pelibatan Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD), asosiasi pariwisata, pelaku UMKM hingga komunitas dan pemangku kepentingan lainnya dinilai penting untuk membangun ekosistem pariwisata yang lebih kuat.
Dengan horizon perencanaan hingga 2045, RIPPARDA diharapkan mampu menjadi kompas pembangunan pariwisata Samarinda. Arah pengembangan destinasi, industri, pemasaran dan kelembagaan diharapkan dapat berjalan dalam satu kerangka yang saling terhubung.
Jika disusun berdasarkan kondisi aktual dan potensi jangka panjang, regulasi tersebut diharapkan tidak hanya memperkuat sektor pariwisata, tetapi juga membuka ruang bagi pertumbuhan ekonomi baru dan meningkatkan daya saing Samarinda sebagai salah satu kota tujuan wisata di Kalimantan Timur.
Penulis : Dani
Editor : Eka mandiri

















Users Today : 397
Total Users : 1465465
Views Today : 867
Total views : 6847492