Infobenua.com, Wamena — Satgas Kepolisian Operasi Damai Cartenz-2026 membantah klaim kelompok bersenjata di Nduga yang menyebut seorang sopir berinisial AS (41) sebagai anggota intelijen yang menyusup ke wilayah Papua. Polisi menyatakan AS merupakan warga sipil yang telah bekerja sebagai sopir angkutan kebutuhan masyarakat selama sekitar 13 tahun.
AS tewas dalam insiden penembakan di Jalan Poros Habema KM 32, Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan, Selasa (15/9/2026). Saat kejadian, ia membawa bahan kebutuhan pokok dan sembilan penumpang dalam perjalanan dari Ilekma menuju Mbua. Kasatgas Humas Operasi Damai Cartenz-2026 Kombes Pol Yusuf Sutejo mengatakan tudingan bahwa AS merupakan anggota intelijen tidak sesuai fakta.
“Berita bohong atau hoaks. Sopir tersebut memang bekerja sebagai sopir dan sudah menjalankan pekerjaannya selama sekitar 13 tahun di jalur tersebut,” ujar Yusuf dalam siaran pers, dikutip Kamis (17/09/2026).
Rombongan dihadang di kawasan Habema
Menurut keterangan kepolisian, rombongan AS diduga dihentikan kelompok bersenjata sekitar pukul 08.30 WIT ketika melintas di kawasan Habema. Polisi menyebut kelompok yang diduga terkait KKB Kodap III Ndugama kemudian mengancam, menembak dan membakar korban. Tim gabungan Satgas Damai Cartenz, Polres Jayawijaya, Batalyon B Satbrimobda Papua dan Satgas Koops TNI Habema melakukan penyisiran setelah menerima laporan mengenai kejadian tersebut.
Pencarian sempat terkendala kondisi medan dan kabut. Pada Rabu (16/9), tim menemukan kendaraan yang digunakan AS berada di bibir jurang dengan kedalaman sekitar 13 meter dari badan jalan dalam kondisi hangus terbakar. Jenazah korban ditemukan di dalam kendaraan tersebut.
Setelah proses olah tempat kejadian perkara selesai, jenazah AS dievakuasi ke RSUD Wamena untuk menjalani pemeriksaan visum luar oleh tim medis. Jenazah kemudian diserahkan kepada keluarga untuk dimakamkan.
Polisi lanjutkan penyelidikan
Polisi menyatakan penyelidikan masih berlangsung untuk mengungkap rangkaian kejadian serta mengejar pihak yang diduga terlibat.
“Kami akan terus melakukan penyelidikan untuk mengejar dan menangkap pelaku kejahatan ini,” ujar Yusuf.
Dalam penanganan perkara tersebut, tim gabungan juga melakukan olah TKP dan mengamankan sejumlah barang bukti. Laporan kepolisian menyebut salah satu barang bukti yang ditemukan berupa selongsong amunisi laras panjang kaliber 5,56 milimeter.
Kasus tersebut kini ditangani aparat gabungan Satgas Damai Cartenz, Polres Jayawijaya, Batalyon B Satbrimobda Papua dan Satgas Koops TNI Habema. Penyelidikan diarahkan untuk mengidentifikasi pelaku serta memastikan rangkaian peristiwa yang menyebabkan kematian AS. (*)


















Users Today : 291
Total Users : 1485384
Views Today : 465
Total views : 6889127