Teks foto: Syarifah Alawiyah Kepala Dinas Kependudukan, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DKP3A) Provinsi Kalimantan Timur.
- Infobenua.com Samarinda—Syarifah Alawiyah resmi mengemban tugas baru sebagai Kepala Dinas Kependudukan, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DKP3A) Provinsi Kalimantan Timur.
Setelah bertahun-tahun memimpin Biro Administrasi Pimpinan (Adpim) Setda Kaltim, ia kini dihadapkan pada tantangan yang jauh lebih kompleks, mulai dari kekerasan terhadap perempuan hingga perlindungan anak.
Syarifah mengaku baru mengetahui jabatan barunya saat prosesi pelantikan pejabat Pemprov Kaltim yang dipimpin Gubernur Rudy Mas’ud, Senin (29/6/2026).
Meski tidak mengetahui penempatan tersebut sebelumnya, ia mengaku siap menjalankan amanah yang diberikan.
“Alhamdulillah hari ini saya dilantik. Sebelum pelantikan kami memang belum tahu akan ditempatkan di mana. Belum ada persiapan khusus, tetapi selama ini saya beberapa kali menjadi narasumber terkait isu kewanitaan dan pemberdayaan perempuan,” ujarnya.
Perempuan kelahiran Samarinda, 8 Agustus 1971 itu bukan nama baru di lingkungan birokrasi Pemprov Kaltim.
Selama lebih dari 35 tahun mengabdi sebagai aparatur sipil negara, ia telah menduduki berbagai jabatan strategis hingga akhirnya dipercaya memimpin Biro Adpim melalui mekanisme seleksi terbuka pada 2022.
Kini, fokus pengabdiannya bergeser pada perlindungan perempuan dan anak.
Menurutnya, persoalan kekerasan dalam rumah tangga, kekerasan seksual, hingga kekerasan terhadap anak tidak cukup diselesaikan melalui penegakan hukum semata.
Ia menilai upaya pencegahan harus dimulai dari keluarga sebagai lingkungan pertama yang membentuk karakter anak.
“Yang paling penting bagaimana memberikan edukasi kepada masyarakat, terutama kepada perempuan supaya mereka tidak menjadi pihak yang lemah. Semua itu berawal dari keluarga. Anak menjadi baik atau rusak sangat ditentukan oleh peran orang tua,” katanya.
Sebagai ibu dari empat anak perempuan, Syarifah mengaku pengalaman membesarkan anak menjadi bekal berharga dalam memimpin DKP3A.
Di tengah kesibukannya sebagai pejabat, ia selalu menyempatkan waktu berkumpul bersama keluarga setiap menjelang Magrib.
Menurutnya, komunikasi sederhana antara orang tua dan anak menjadi cara paling efektif membangun kedekatan sekaligus mengetahui berbagai persoalan yang dihadapi anak.
“Saya selalu berusaha mengumpulkan anak-anak saat Magrib. Kami salat bersama, berdialog, dan memberi ruang kepada mereka untuk bercerita. Itu yang saya lakukan di rumah,” ujarnya.
Ia juga menyoroti semakin besarnya pengaruh telepon genggam terhadap kehidupan anak-anak.
Namun menurutnya, persoalan bukan terletak pada teknologi, melainkan minimnya pendampingan dari orang tua.
“Banyak anak yang akhirnya tumbuh tanpa perhatian karena lebih banyak bersama handphone daripada bersama orang tuanya. Di sinilah peran keluarga menjadi sangat penting,” tambahnya.
Selain memperkuat ketahanan keluarga, Syarifah berkomitmen meningkatkan upaya pencegahan kekerasan seksual, termasuk yang terjadi di lingkungan sekolah maupun pondok pesantren.
Ia ingin pendekatan DKP3A tidak hanya berhenti pada kegiatan sosialisasi di dalam ruangan, tetapi juga menjangkau langsung masyarakat.
“Kalau hanya mengundang masyarakat datang ke sosialisasi mungkin belum cukup. Kami harus turun langsung ke lapangan, masuk ke daerah-daerah yang rawan dan membangun kolaborasi dengan semua pihak,” tegasnya.
Di balik semangat menjalankan amanah baru, Syarifah mengaku berat meninggalkan Biro Adpim yang selama ini menjadi tempatnya mengabdi. Baginya, lingkungan kerja di biro tersebut telah menjadi keluarga kedua.
“Saya sedih sekali meninggalkan Biro Adpim. Di sana saya selalu berusaha membangun suasana kerja seperti keluarga. Ketika teman-teman tahu saya pindah, banyak yang menghubungi dan ikut merasa kehilangan,” ucapnya.
Meski demikian, ia menilai mutasi jabatan merupakan bagian dari pengabdian seorang ASN.
Kini, ia ingin memastikan DKP3A mampu menghadirkan program yang benar-benar berdampak bagi perempuan dan anak di Kalimantan Timur.
“Doakan saya agar diberikan kemudahan dan bisa memberikan manfaat yang sebesar-besarnya untuk perempuan dan anak-anak di Kalimantan Timur,” demikian Syarifah.
Penulis: Frida | Editor: Eka Mandiri



















Users Today : 588
Total Users : 1358226
Views Today : 2143
Total views : 6527263