Foto: Plt Kepala Bidang Ketahanan Pangan dan Hortikultura Dinas Pertanian dan Peternakan Kukar, Taufik (farid/Infobenua)
INFOBENUA.COM, KUKAR – Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) melalui Dinas Pertanian dan Peternakan terus berupaya memperkuat sektor hortikultura. Salah satu yang menjadi fokus adalah pengembangan tanaman cabai yang dinilai berpengaruh besar terhadap inflasi daerah.
Plt Kepala Bidang Ketahanan Pangan dan Hortikultura, Taufik, menyampaikan hal tersebut saat diwawancarai di ruang kerjanya pada Kamis (11/9/2025).
Menurutnya, cabai menjadi salah satu komoditas yang perlu dijaga stabilitas produksinya karena rentan memicu kenaikan harga.
“Kalau hortikultura, khususnya cabai, kita terus kembangkan. Jadi artinya tanam terus kita lakukan. Apalagi cabai termasuk produk yang rentan terhadap inflasi, sehingga komitmen kita untuk mengembangkannya harus konsisten,” ujarnya.
Ia menjelaskan, sebagian besar kebutuhan cabai di Kukar sudah dapat dipenuhi oleh produksi lokal. Meski demikian, pasokan dari luar daerah tetap ada.
“Terkait mungkin ada cabai yang masuk dari luar, saya kira itu wajar ya. Tapi sebagian besarnya sudah kita produksi di daerah,” jelasnya.
Hal serupa juga terjadi pada beras. Taufik menyebutkan, Kukar masih menjadi penopang utama produksi beras untuk Kalimantan Timur, meski pasokan dari luar daerah juga tetap masuk.
“Beras itu kan 40 sekian persen produksinya ditopang dari Kukar untuk Kalimantan Timur. Nah, memang banyak juga yang masuk dari luar, dari Sulawesi, bahkan Banjarmasin pun sampai ke sini,” katanya.
Menurutnya, tantangan yang dihadapi adalah fluktuasi volume bantuan dan sarana produksi. Tahun ini, volume bantuan mengalami pengurangan karena adanya efisiensi anggaran yang dialihkan ke program prioritas lain. Meski demikian, pengembangan cabai tetap dijalankan.
Taufik menambahkan, tahun lalu Pemkab Kukar sempat melaksanakan Gerakan Tanam Cabai (Gertam) dengan mendistribusikan bibit cabai dalam polybag ke kelompok tani.
“Kita berikan bantuan cabai yang sudah ditanam dalam polybag. Jadi kita distribusikan ke kelompok tani, dan mereka yang merawat sampai menghasilkan,” ucapnya.
Program tersebut tidak hanya bertujuan menjaga produksi cabai, tetapi juga memiliki manfaat lain. Gertam diyakini mampu mendukung upaya penanganan stunting sekaligus membantu mengendalikan inflasi pangan.
“Alhamdulillah ada dampaknya. Itu salah satu upaya kita dalam menjaga stabilitas produksi dan harga, khususnya cabai,” tutup Taufik. (Adv)

















Users Today : 380
Total Users : 1282286
Views Today : 891
Total views : 6320846