BALIKPAPAN — Pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Balikpapan didorong tidak hanya mengandalkan pasar lokal, tetapi mampu memperluas jaringan hingga tingkat nasional dan global.
Dorongan tersebut menjadi salah satu fokus dalam pelaksanaan Mahligai Nusantara 2026 yang digelar Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Balikpapan di Gedung Balikpapan Sport and Convention Center (BSCC) Dome, Sabtu (12/9/2026).
Mengusung tema “Merangkai Kolaborasi, Mengakselerasi Inovasi untuk UMKM yang Tangguh dan Berdaya Saing”, kegiatan ini berlangsung selama tiga hari, 11-13 September 2026.
Kepala KPwBI Balikpapan Robi Ariadi mengatakan, Mahligai Nusantara dirancang sebagai ruang kolaborasi yang mempertemukan pelaku UMKM dengan berbagai pihak, mulai dari perbankan, akademisi, komunitas, pemerintah, hingga pelaku usaha lainnya.
“Ini adalah sebuah ruang, sebuah ekosistem, sebuah distrik yang mempertemukan beragam pelaku usaha, beragam inovasi, beragam peluang sehingga UMKM tidak hanya hadir sebagai jago kandang. Tapi tadi kita bisa mengglobal ke dunia dan akan menjadi penopang ekonomi lokal buat kita semua,” kata Robi.
Tahun ini, hampir 65 UMKM mengikuti Mahligai Nusantara setelah melalui proses kurasi.
Sebanyak 45 UMKM di antaranya berasal dari sektor makanan dan minuman, wastra, batik, tenun, hingga kerajinan.
Tidak hanya pameran produk, Mahligai Nusantara juga menghadirkan berbagai layanan yang dibutuhkan pelaku usaha, seperti perizinan, kemasan, merek, hingga inovasi produk.
Robi menilai keterlibatan generasi muda menjadi bagian penting dalam menciptakan keberlanjutan UMKM. Ia mencontohkan salah satu pelaku usaha muda yang menjadi finalis fashion show sekaligus memproduksi sendiri pakaian yang dikenakannya.
“Ini saya pikir layak kita apresiasi. Karya beliau, dan semoga teman-teman ini akan semakin berkembang, akan menjadi salah satu pengusaha di kota kita,” ujarnya.
Rangkaian Mahligai Nusantara juga diisi program kolaborasi bersama Dinas Perdagangan, bazar atau pasar murah, edukasi, serta layanan bagi pelaku usaha.
Termasuk di dalamnya pengawalan ekspor dan penguatan akses digital agar produk UMKM memiliki peluang lebih besar masuk ke pasar yang lebih luas.
Dalam sambutannya wali Kota Balikpapan Rahmad Mas’ud mengapresiasi penyelenggaraan Mahligai Nusantara 2026.
Rahmad mengatakan, UMKM memiliki peran strategis dalam menjaga sekaligus menggerakkan perekonomian daerah. Hal tersebut, menurut dia, terlihat ketika pandemi Covid-19 melanda.
“UMKM bagi kami itu adalah tolak ukur kami. Kami mengingat sekali waktu masa Covid-19 bahwa UMKM inilah yang menggerakkan ekonomi, khususnya Kota Balikpapan,” kata Rahmad.
Karena itu, ia meminta seluruh perangkat daerah terus memberikan pembinaan dan fasilitas agar pelaku UMKM dapat berkembang dan naik kelas.
Salah satu yang menjadi perhatian adalah kemudahan perizinan usaha.
“Kenapa kami hadirkan juga perizinan? Supaya dia paham bahwa jangan pernah mempersulit atau memperlambat izin-izin usaha yang ada di Kota Balikpapan,” tegasnya.
Namun, Rahmad juga mengingatkan pelaku usaha agar memenuhi seluruh persyaratan administrasi yang diperlukan.
“Biasanya ada juga minta cepat, tapi tidak lengkap. Nah, itulah pengusaha. Biasanya begitu, Pak. Mau cepat, tapi jalan pintas yang sering diambil,” ujarnya.
Menurut Rahmad, pengembangan UMKM tidak dapat dilakukan pemerintah sendiri. Dibutuhkan kolaborasi antara pemerintah, Bank Indonesia, instansi vertikal, dunia usaha, dan masyarakat.
“Kehadiran seluruh stakeholder dan seluruh unsur yang terlibat dalam mendukung peningkatan UMKM ini tentunya perlu kita aktualisasikan,” katanya
Rahmad Mas’ud mengatakan Pemkot Balikpapan tetap terbuka terhadap berbagai event yang mampu mendatangkan pasar sekaligus memperkenalkan produk lokal.
Namun, ia menilai penguatan UMKM tidak selalu harus dilakukan melalui kegiatan berskala besar.
“Bukan harus membuat event yang besar, tetapi bagaimana menjadi market untuk mempromosikan produk-produk UMKM yang ada di Kota Balikpapan,” jelasnya.
Di sisi lain, Rahmad menyebut perekonomian Balikpapan masih tumbuh positif meski mengalami perlambatan.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), pertumbuhan ekonomi Balikpapan berada di sekitar 5,13 persen, turun dari sebelumnya 5,59 persen.
“Artinya ini tetap baik. Komitmen kita bersama, berkolaborasi dan bersinergi itu adalah hal yang harus kita lakukan, karena tanpa kita, kita tidak akan bisa apa-apa,” ujarnya.
Rahmad pun mendorong agar kegiatan yang mampu menggerakkan transaksi ekonomi terus digelar di Balikpapan.
Meski demikian, ia mengakui penyelenggaraan event berskala nasional kini menghadapi keterbatasan akibat kebijakan efisiensi anggaran pemerintah pusat.
“Beberapa waktu lalu event-event besar skala nasional sering kita hadirkan. Tetapi karena ada keterbatasan dari pemerintah pusat untuk memberikan efisiensi menyelenggarakan kegiatan-kegiatan, ini mungkin jadi agak terbatas,” katanya.
Ia berharap kondisi fiskal dan dana transfer ke daerah membaik pada tahun depan sehingga pemerintah daerah memiliki ruang lebih besar untuk mendukung kegiatan ekonomi dan promosi daerah.
” Melalui Mahligai Nusantara 2026, UMKM Balikpapan diharapkan semakin kuat dari sisi kapasitas, jaringan, dan inovasi sehingga mampu memperluas pasar, naik kelas, serta bersaing tidak hanya di tingkat nasional, tetapi juga global”, ujar nya.


















Users Today : 762
Total Users : 1477252
Views Today : 1570
Total views : 6872985