Teks foto: Sekretaris Daerah (Sekda) Kaltim Sri Wahyuni
Infobenua.com.Samarinda —Kebijakan efisiensi anggaran yang diterapkan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur berdampak pada pelaksanaan Program Perjalanan Religi atau umrah gratis tahun 2026.
Jika tahun lalu program tersebut memberangkatkan 880 penerima, tahun ini kuotanya menyusut drastis menjadi hanya 14 orang.
Sekretaris Daerah (Sekda) Kaltim Sri Wahyuni mengatakan, pengurangan jumlah penerima dilakukan sebagai konsekuensi penyesuaian anggaran. Meski demikian, program tersebut tetap dipertahankan karena masih menjadi salah satu program prioritas pemerintah daerah.
“Program umrah atau perjalanan religi volumenya turun dari tahun 2025. Itu pilihan yang harus kita lakukan ketika program prioritas tetap dilaksanakan, tetapi dengan pengurangan volume,” kata Sri Wahyuni di Gedung DPRD Kaltim.
Ia menjelaskan, penyesuaian hanya dilakukan pada jumlah penerima, sementara nilai bantuan yang diberikan kepada setiap peserta tidak mengalami perubahan.
Pemerintah tetap mengalokasikan sekitar Rp35 juta untuk setiap penerima program.
“Doakan mudah-mudahan ke depan kita bisa melakukan penambahan. Anggarannya masih sama, sekitar Rp35 juta per orang,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setdaprov Kaltim Dasmiah membenarkan bahwa seluruh kuota Program Perjalanan Religi tahun ini hanya berjumlah 14 orang, mencakup semua kategori penerima.
Menurutnya, Biro Kesra sebelumnya telah mengusulkan agar kuota penerima setidaknya mencapai separuh dari realisasi tahun 2025.
Namun usulan tersebut tidak dapat diakomodasi karena keterbatasan anggaran.
“Tahun ini hanya 14 orang karena efisiensi. Tahun kemarin 880 orang, jadi memang berkurang cukup banyak. Kami sebenarnya sudah mengusulkan minimal separuh dari jumlah tahun lalu,” ungkap Dasmiah.
Ia menilai, salah satu alasan berkurangnya alokasi program tersebut kemungkinan karena sifat bantuannya ditujukan kepada individu dan tidak berhubungan langsung dengan indikator kinerja pemerintah daerah.
“Karena mungkin sifatnya bantuan kepada individu dan tidak langsung berkaitan dengan indikator kinerja, jadi mungkin itu yang menjadi pertimbangannya,” jelasnya.
Pemangkasan kuota Program Perjalanan Religi menjadi salah satu dampak kebijakan efisiensi anggaran yang diterapkan Pemprov Kaltim pada 2026. Meski demikian, pemerintah berharap jumlah penerima dapat kembali ditingkatkan apabila kondisi keuangan daerah membaik pada tahun-tahun mendatang.
Penulis Frida editor Eka mandiri


















Users Today : 635
Total Users : 1374457
Views Today : 2771
Total views : 6640940