Ket Foto: Kepala Pelaksana BPBD Kota Samarinda, Suwarso.
Infobenua.com Samarinda — Musim kemarau yang berlangsung dalam beberapa waktu terakhir mulai berdampak pada ketersediaan air bersih di sejumlah wilayah Kota Samarinda. Untuk membantu masyarakat yang mengalami kesulitan mendapatkan pasokan air, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Samarinda membuka layanan distribusi air bersih secara gratis.
Program tersebut ditujukan bagi warga yang terdampak kekeringan, baik akibat sumber air yang menyusut maupun berkurangnya pasokan air bersih di lingkungan tempat tinggal mereka.
Kepala Pelaksana BPBD Kota Samarinda, Suwarso, mengatakan masyarakat dapat menyampaikan kebutuhan air bersih melalui Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BPBD Samarinda. Layanan pengaduan dapat diakses melalui telepon maupun WhatsApp pada nomor 0811 5537 007.
Menurut Suwarso, bantuan diprioritaskan untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat, khususnya air untuk minum dan memasak yang menjadi kebutuhan paling mendesak saat musim kemarau.
“Warga yang mengalami kesulitan memperoleh air bersih untuk kebutuhan konsumsi dapat melapor kepada BPBD. Kami akan melakukan pendataan dan menyalurkan bantuan sesuai kondisi serta kebutuhan di lapangan,” ujarnya, Jumat (4/9/2026).
Ia menjelaskan, mekanisme distribusi dilakukan melalui titik-titik penampungan umum yang telah ditentukan. Skema tersebut dipilih agar pasokan air dapat menjangkau lebih banyak warga dibandingkan jika disalurkan langsung ke masing-masing rumah.
Dengan sistem tersebut, masyarakat dapat mengambil air menggunakan jeriken, ember, maupun wadah lainnya dari tandon atau tempat penampungan yang tersedia di lokasi distribusi.
“Penyaluran dilakukan melalui fasilitas penampungan bersama sehingga dapat dimanfaatkan oleh masyarakat di sekitar lokasi secara merata,” katanya.
Untuk memperkuat layanan, Pemerintah Kota Samarinda mengerahkan sejumlah armada tangki dari berbagai instansi. Selain kendaraan milik BPBD, distribusi juga didukung armada Perumdam Tirta Kencana, Palang Merah Indonesia (PMI), Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan, serta bantuan kendaraan tangki dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).
Saat ini penyaluran air bersih telah dilakukan di beberapa kawasan yang terdampak, termasuk wilayah Kecamatan Sambutan dan Kecamatan Palaran. Lokasi distribusi ditentukan berdasarkan laporan dan kebutuhan masyarakat setempat.
Suwarso menegaskan bahwa seluruh bantuan air bersih diberikan tanpa pungutan biaya. Namun, bantuan tersebut diperuntukkan bagi kebutuhan bersama sehingga distribusinya dipusatkan di titik-titik penampungan umum.
“Seluruh layanan ini gratis. Kami berharap masyarakat memanfaatkannya untuk kebutuhan bersama sehingga bantuan dapat dirasakan lebih banyak warga,” tegasnya.
Ia menambahkan, berkurangnya ketersediaan air bersih tidak hanya disebabkan gangguan jaringan distribusi. Di sejumlah kawasan, debit sumber air baku mengalami penurunan, sementara sebagian sumur warga mulai mengering akibat cuaca panas yang berkepanjangan.
Karena itu, masyarakat yang mengalami kesulitan memperoleh air bersih diminta segera melapor agar dapat masuk dalam daftar prioritas distribusi. BPBD juga mendorong laporan disampaikan melalui pemerintah kelurahan setempat guna memudahkan pendataan dan koordinasi penyaluran bantuan.
Melalui langkah tersebut, BPBD berharap distribusi air bersih dapat berlangsung lebih efektif dan menjangkau seluruh warga yang terdampak kekeringan di berbagai wilayah Kota Samarinda.
Penulis Nisnun Editor Eka Mandiri



















Users Today : 290
Total Users : 1465358
Views Today : 601
Total views : 6847226