Foto : Kapolresta Samarinda, Kombes Pol Hendri Umar
Infobenua.com, Samarinda — Kasus pembunuhan disertai mutilasi yang terjadi di Samarinda mulai terungkap secara bertahap. Peristiwa ini bermula dari aksi penganiayaan terhadap korban pada dini hari sekitar pukul 02.30 WITA, yang kemudian berujung pada pembunuhan dan mutilasi. Dalam perkembangan penyidikan, polisi menemukan adanya perencanaan yang melibatkan lebih dari satu pelaku.
Kapolresta Samarinda, Kombes Pol Hendri Umar, mengungkapkan bahwa seorang perempuan berinisial R diduga menjadi dalang utama dalam kasus tersebut.
“Si ibu itu otaknya. Dia yang menyusun rencana, menyiapkan tempat eksekusi di rumah, menentukan lokasi pembuangan, hingga peralatan untuk mutilasi. Sementara J alias W hanya berperan sebagai eksekutor,” ungkapnya.
Dalam proses pengungkapan kasus, penyidik telah mengamankan dua saksi kunci yang merupakan cucu dari tersangka R. Keduanya masih di bawah umur, masing-masing berusia 17 tahun dan sekitar 8 hingga 9 tahun.
Kedua saksi tersebut diketahui melihat langsung saat tersangka J alias W melakukan penganiayaan terhadap korban.
“Saksi yang kita dapatkan dua ini sudah menjadi saksi kunci. Selain itu, ada juga saksi dari masyarakat sekitar yang telah kita periksa,” jelasnya.
Terkait hubungan antara korban dan para tersangka, polisi masih melakukan pendalaman. Hingga saat ini, belum ditemukan adanya hubungan khusus seperti yang sempat disebutkan korban sebelum meninggal dunia.
“Masih terus kita dalami. Untuk sementara keduanya menyatakan tidak ada hubungan spesial,” katanya.
Namun, polisi mengungkap bahwa tersangka R berperan sebagai pihak yang mempertemukan korban dengan tersangka lainnya.
“Yang mengenalkan korban dengan suami siri ini adalah ibu R, bisa dikatakan sebagai perantara,” ujarnya.
Dari hasil sementara penyidikan, motif pembunuhan diduga dipicu oleh rasa sakit hati serta keinginan untuk menguasai barang milik korban.
“Motifnya karena sakit hati dan ingin menguasai motor serta handphone korban,” tegas Hendri.
Selain pengungkapan kasus, kepolisian juga meningkatkan pengamanan di sejumlah titik rawan, seperti kawasan perumahan yang ditinggalkan saat mudik, tempat wisata, hingga sepanjang Sungai Mahakam.
Saat ini, proses penyidikan masih terus berjalan dengan fokus pada pendalaman peran masing-masing tersangka serta penguatan alat bukti melalui pemeriksaan lanjutan terhadap saksi-saksi.
Penulis : Nurfa | Editor: Redaksi



















Users Today : 95
Total Users : 1361752
Views Today : 340
Total views : 6548495