Foto : Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud
Infobenua.com, Samarinda – Kondisi kualitas udara di Kalimantan Timur (Kaltim) masih dinyatakan terkendali di tengah kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang masih terjadi. Namun, Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud mengingatkan kualitas udara dapat memburuk apabila kebakaran terus berlangsung.
Rudy mengatakan saat ini kondisi udara di wilayah Kaltim masih berada dalam kondisi aman. Meski demikian, keberadaan asap dari karhutla tetap menjadi perhatian pemerintah karena berpotensi memengaruhi kualitas udara jika tidak segera ditangani.
“Kualitas udara untuk Kalimantan Timur alhamdulillah masih semuanya aman terkendali, masih dalam kondisi yang aman, masih aman. Tetapi memang sedikit lagi kalau masih kebakaran terus memang jadi menjadi tidak sehat,” kata Rudy.
Menurut Rudy, penanganan karhutla di Kaltim terus dilakukan. Hingga saat ini, asap masih terpantau di sejumlah wilayah, tetapi kondisi secara umum masih dapat dikendalikan.
“Ada (asap), pasti ada. Masih ada. Masih ada, tetapi semuanya masih dalam kondisi yang terkendali, aman terkendali karena masih kemarau untuk di Kaltim,” ujarnya.
Di tengah kondisi tersebut, aktivitas sekolah di Kaltim masih diliburkan sebagai bagian dari langkah perlindungan terhadap anak-anak dari paparan asap dan kondisi udara di luar ruangan.
Rudy mengatakan pemerintah juga membagikan masker untuk digunakan anak-anak ketika harus beraktivitas di luar rumah.
“Anak-anak sekolah masih kita liburkan dan kita berikan masker untuk beraktivitas di luar,” ujar Rudy.
Sementara itu, program Makan Bergizi Gratis (MBG) tetap berjalan di Kaltim. Rudy memastikan program tersebut tetap menjadi prioritas pemerintah meskipun kegiatan pembelajaran di sekolah masih diliburkan.
“MBG tetap jalan, ya. MBG tetap jalan,” sebutnya.
Terkait teknis pelaksanaan dan pembagian MBG selama sekolah diliburkan, Rudy mengaku belum mengetahui secara rinci mekanisme yang diterapkan di lapangan. Namun, ia memastikan program tersebut tetap dilanjutkan.
“Kalau yang libur kalau yang libur tentunya, saya nggak tahu persis ya teknisnya yang di lapangan kalau untuk MBG-nya, tapi untuk di seluruh Kalimantan Timur MBG tetap menjadi prioritas,” tambahnya.
Pemerintah Kaltim hingga kini terus memantau perkembangan karhutla dan kondisi udara di tengah musim kemarau. Pemantauan tersebut diperlukan untuk memastikan asap tidak berkembang menjadi gangguan kualitas udara yang lebih luas.
Penulis: Nurfa | Editor: Redaksi


















Users Today : 726
Total Users : 1484550
Views Today : 1139
Total views : 6887240