Bandung- Jenama busana muslim asal Bandung, Nonnetedy, kembali membuktikan resiliensinya di industri ritel dan fashion lokal. Berdiri sejak tahun 2010 di bawah naungan CV Nonnetedy, merek ini berhasil mencatatkan rekam jejak panjang, mulai dari penjualan berbasis komunitas secara luring (offline), bertahan dari krisis ekonomi pandemi, hingga melakukan transformasi digital secara masif di berbagai platform e-commerce.
Fase Awal dan Dukungan Komunitas (2010 – 2013)
Desain hijab instan rancangan Nonne Noer Pujiane pada mulanya diproduksi terbatas untuk pemakaian pribadi sang desainer. Namun, kepraktisan produk tersebut mendapat respons positif dan dukungan langsung dari anggota Bhayangkari Jawa Barat yang tercatat sebagai basis konsumen pertama Nonnetedy.
Melalui pemasaran dari mulut ke mulut, jangkauan pasar meluas secara organik ke berbagai organisasi wanita lainnya, termasuk Persit, PIA Ardhya Garini, dan Dharma Wanita. Tingginya minat terhadap produk ini membuat perwakilan Nonnetedy rutin diundang untuk memberikan pelatihan tata cara berhijab praktis di berbagai acara internal organisasi tersebut. Strategi penjualan pada fase ini dilakukan secara sangat membumi, berawal dari interaksi komunitas yang dalam operasionalnya dilengkapi oleh “mobil kerudung” yang siap memasarkan produk baik ke dalam maupun luar kota (tautan validasi rekam jejak awal 2013: https://www.facebook.com/photo.php?fbid=230934133709060&set=a.550445757086122&id=100063621066379 dan validasi operasional mobil kerudung: https://www.facebook.com/photo.php?fbid=3881823743665&set=a.2214096491526&type=3).
Ekspansi Ritel dan Pameran Skala Besar (2013 – 2019)
Berbekal basis konsumen yang kuat dari komunitas, Nonnetedy melakukan ekspansi pasar dengan berpartisipasi di berbagai bazar dan membuka jaringan toko fisik secara agresif. Distribusi ritel diperluas melalui pembukaan 5 gerai di Pasar Baru Trade Center, 3 toko di Metro Indah Mall (MIM), serta pengoperasian 1 butik representatif berskala besar dan workshop di Jl. Karawitan No. 54, Buahbatu (tautan validasi eksistensi toko fisik Karawitan di tahun 2019: https://www.facebook.com/photo.php?fbid=10211719056011501&set=a.3492317486252&type=3).
Pada periode ini, Nonnetedy juga aktif melakukan penetrasi pasar dengan mengikuti pameran hijab di berbagai pusat perbelanjaan besar di Kota Bandung—mulai dari Trans Studio Mall (TSM), Bandung Indah Plaza (BIP), Paris Van Java (PVJ), hingga Istana Plaza (IP), dan juga memperluas jangkauan eksibisinya ke luar kota seperti Jakarta serta luar Pulau Jawa seperti Banjarmasin.
Resiliensi Bisnis di Tengah Pandemi (2020)
Ketika mayoritas sektor ekonomi terdampak krisis akibat pandemi COVID-19 pada tahun 2020, CV Nonnetedy justru mencatatkan kinerja operasional yang sangat positif. Alih-alih gulung tikar, manajemen perusahaan mengambil kebijakan tegas untuk tidak melakukan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) kepada karyawannya. Sebaliknya, Nonnetedy merilis inovasi produk berupa set hijab dan masker yang langsung melonjakkan permintaan pasar secara signifikan.
Strategi adaptasi ini berdampak pada penambahan tenaga kerja baru serta perluasan jaringan reseller di berbagai daerah (tautan validasi rekrutmen masa pandemi: https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=pfbid0VSMdQfchSKLoKf79RJ4MNSYNAxAA8sLgBWJbP17vSu7mjkU5H4eie2HKdk4aUbhel&id=1820995023). Lonjakan pesanan di masa pandemi ini bahkan mencapai rekor produksi hingga 4.000 pieces (pcs) per bulan, sebuah pencapaian yang membuktikan soliditas bisnis jenama ini di masa krisis (tautan validasi data produksi 4.000 pcs: https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=pfbid02BHngU8agNyqktiQLS3ukXhPHHEUT23HefS46cRnNTNpkuoJdtM4Qr9Aa9XojRjCYl&id=1820995023).
Transformasi Digital dan Kolaborasi Kreator (2021 – Sekarang)
Memasuki era pascapandemi, Nonnetedy secara agresif memfokuskan arus penjualan ke ekosistem marketplace dan social commerce. Penjualan lini produk esensial, terutama koleksi ciput dan hijab instan, didukung penuh melalui sinergi strategis bersama para afiliator dan kreator konten digital.
Keberhasilan transformasi digital ini tervalidasi melalui dukungan organik dari berbagai figur publik. Kualitas produk Nonnetedy dipercaya dan diulas secara positif oleh kreator konten ternama Fira Barbiebel (tautan validasi: https://www.tiktok.com/@realbarbiebel/video/7475299651487419703) serta beauty influencer Henida (tautan validasi: https://www.tiktok.com/@nidahenida22/video/7557637246782901511?q=henida&t=1788357060950).
Tidak berhenti di situ, dukungan kuat berskala nasional juga datang dari kreator kecantikan dan pemilik akun TikTok @achietns yang dikenal sebagai “Perias Keliling Indonesia”. Berawal dari pembelian produk pada sesi live streaming, produk hijab sampel model performer buatan Nonnetedy kini secara konsisten diandalkan dan dikenakan dalam berbagai unggahan konten rias sang MUA (tautan validasi penggunaan produk: https://www.tiktok.com/@achietns/video/7597411873809501458 dan https://www.tiktok.com/@achietns/video/7596636266813213960). Kepercayaan dari para kreator dan figur publik ini semakin memperkokoh posisi Nonnetedy sebagai jenama busana muslim yang relevan dan berkualitas tinggi di era digital.
Bagi pencinta mode muslimah yang ingin merasakan langsung inovasi kepraktisan hijab instan dan kenyamanan lini ciput dari Nonnetedy, seluruh katalog produk saat ini dapat diakses secara publik melalui saluran distribusi resmi berikut:
Shopee: https://s.shopee.co.id/904t2hV0We
TikTok Shop (Nonnetedy Hijab): https://vt.tiktok.com/ZSVoaARwC/?page=Mall
WhatsApp (Info & Pemesanan): 08886390411


















Users Today : 331
Total Users : 1464005
Views Today : 627
Total views : 6844252