Foto Ketua Komisi 1V DPRD Samarinda Mohammad Novianto Syahronny Pasie
Infobenua.com Samarinda – Memburuknya kualitas udara akibat kabut asap kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) mendorong DPRD Kota Samarinda meminta pemerintah menyiapkan langkah antisipasi di sektor pendidikan.
Ketua Komisi IV DPRD Samarinda, Mohammad Novan Syahronny Pasie, meminta Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) mempertimbangkan pembelajaran dari rumah apabila kondisi udara semakin tidak sehat dan berisiko bagi kesehatan peserta didik.
Novan menilai pemantauan kualitas udara perlu dilakukan secara berkala. Sebab, kondisi udara di Samarinda tidak selalu seragam dan dapat berbeda antara satu kecamatan dengan wilayah lainnya.
“Setiap wilayah bisa memiliki kondisi udara yang berbeda. Karena itu, pemantauan harus dilakukan setiap hari agar kebijakan yang diambil benar-benar menyesuaikan situasi di masing-masing daerah,” ujar Novan, Sabtu (5/9/2026).
Ia menjelaskan, ketika indeks kualitas udara berada pada level yang tidak sehat, kegiatan siswa di luar ruangan sebaiknya dibatasi. Apabila situasi tidak memungkinkan untuk pembelajaran tatap muka, sekolah dapat menerapkan sistem belajar dari rumah sebagai langkah perlindungan terhadap siswa.
Novan menyebut angka Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) Samarinda sebelumnya berada di level 98, kemudian meningkat menjadi 148. Kondisi tersebut masuk kategori tidak sehat sehingga perlu menjadi perhatian, khususnya karena paparan asap dapat meningkatkan risiko gangguan pada saluran pernapasan.
“Pencegahan jangan dilakukan setelah gejala ISPA muncul. Masyarakat, khususnya anak-anak, perlu dilindungi sejak awal dengan mengurangi aktivitas di luar ruangan ketika kualitas udara memburuk,” tegasnya.
Selain sektor pendidikan, DPRD juga mendorong Dinas Kesehatan meningkatkan kesiapsiagaan fasilitas pelayanan kesehatan. Puskesmas dan rumah sakit diminta mengantisipasi apabila terjadi peningkatan jumlah warga yang mengalami gangguan pernapasan.
Koordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) juga dinilai penting untuk mengetahui perkembangan Karhutla sekaligus dampaknya terhadap kondisi lingkungan di Samarinda.
Di tengah kondisi tersebut, sekitar 10 ribu masker telah disiapkan oleh relawan untuk didistribusikan kepada masyarakat. Novan berharap perlindungan terhadap warga, terutama anak-anak, lansia, dan kelompok rentan lainnya, terus diperkuat hingga kualitas udara kembali berada pada kondisi aman.
Penulis : Dani
Editor : Eka mandiri


















Users Today : 824
Total Users : 1468656
Views Today : 2257
Total views : 6854910