Infobenua.com, Jakarta — Investor asing tercatat melepas saham PT Bayan Resources Tbk (BYAN) di tengah kabar mengenai rencana akuisisi perusahaan tambang tersebut oleh pengusaha Andi Syamsuddin Arsyad atau Haji Isam. Berdasarkan data perdagangan bursa, investor asing membukukan penjualan bersih saham BYAN senilai Rp10,06 miliar di pasar reguler pada Rabu (9/9/2026).
Dalam sebulan terakhir, akumulasi jual bersih asing di saham Bayan mencapai Rp94,09 miliar. Aksi tersebut berlangsung setelah kabar mengenai rencana pengambilalihan oleh Haji Isam beredar di kalangan pelaku pasar.
Tekanan jual juga datang dari sejumlah perusahaan sekuritas. PT Trimegah Sekuritas Indonesia Tbk (LG), yang terafiliasi dengan pengusaha Garibaldi “Boy” Thohir, tercatat menjual sekitar 23,6 ribu lot saham BYAN selama sebulan terakhir dengan nilai Rp35,2 miliar. Saham tersebut dilepas pada harga rata-rata Rp15.044 per saham.
CGS International (YU) dan Maybank Sekuritas (ZP) juga melakukan penjualan dalam jumlah besar. Masing-masing melepas sekitar 19,8 ribu lot dan 16,1 ribu lot saham BYAN, dengan nilai transaksi sekitar Rp30,3 miliar dan Rp26 miliar.
Sementara itu, DBS Vickers Sekuritas (DP) menjual sekitar 6,7 ribu lot saham Bayan dengan nilai Rp10,7 miliar pada harga rata-rata Rp15.510 per saham.
Di pasar saham pada Rabu, BYAN bergerak volatil. Harga saham sempat turun hingga Rp13.300 per saham sebelum ditutup kembali pada level Rp13.775, sama dengan harga pembukaannya. Tekanan jual tersebut membuat kapitalisasi pasar Bayan berada di sekitar Rp459,16 triliun. Perusahaan memiliki sekitar 33,33 miliar saham beredar, dengan porsi free float sebesar 21,29 persen.
Tawaran Akuisisi US$3 Miliar
Isu penjualan saham Bayan menguat setelah Bloomberg News melaporkan bahwa Haji Isam menawarkan sekitar US$3 miliar secara tunai untuk mengakuisisi 62 persen saham perusahaan.
Sebagian pembayaran transaksi kemungkinan dilakukan secara bertahap, bukan sekaligus, menurut sejumlah sumber yang mengetahui pembicaraan tersebut. Jika transaksi terealisasi pada nilai tersebut, harga yang ditawarkan akan mencerminkan diskon sekitar 80 persen dibandingkan kapitalisasi pasar Bayan saat ini.
Bayan memiliki kapitalisasi pasar sekitar US$26 miliar dan menjadikan pemegang saham utamanya, Low Tuck Kwong, sebagai salah satu orang terkaya di Indonesia. Low saat ini menguasai sekitar 40,25 persen saham Bayan, sedangkan putrinya, Elaine Low, memiliki sekitar 22 persen saham.
Besarnya diskon yang mungkin diberikan kepada pemegang saham mayoritas antara lain berkaitan dengan struktur perdagangan saham Bayan. Porsi free float yang relatif terbatas serta volume transaksi yang tipis berpotensi membuat harga pasar saham tidak sepenuhnya mencerminkan nilai wajarnya untuk transaksi dalam jumlah besar.
Prospek bisnis batu bara termal juga menjadi faktor yang dapat memengaruhi valuasi perusahaan. Permintaan jangka panjang terhadap batu bara menghadapi tekanan seiring peralihan konsumen menuju sumber energi yang lebih rendah emisi.
Di dalam negeri, kebijakan pemerintah mengenai pembatasan produksi batu bara turut menekan ruang ekspansi perusahaan tambang. Pembicaraan mengenai transaksi Bayan masih berlangsung dan belum ada kepastian bahwa kesepakatan akan tercapai. Perwakilan Haji Isam, Bayan Resources, maupun keluarga Low belum memberikan tanggapan atas permintaan komentar.
Haji Isam dan Industri Batu Bara
Haji Isam, 49 tahun, merupakan pengusaha asal Kalimantan dan pendiri konglomerasi PT Jhonlin Group. Ia juga dikenal sebagai salah satu penyandang dana terbesar dalam kampanye Prabowo Subianto pada pemilihan presiden 2024.
Jhonlin Group merupakan salah satu perusahaan besar di sektor pertambangan batu bara Indonesia. Bloomberg melaporkan pada Juli bahwa perusahaan tersebut mengajukan permintaan kuota produksi sekitar 60 juta ton batu bara untuk tahun ini.
Jika berhasil mengambil alih saham Bayan, Haji Isam akan menjadi salah satu pemain batu bara terbesar di Asia Tenggara. Akuisisi tersebut juga akan berlangsung ketika industri pertambangan batu bara Indonesia menghadapi tekanan dari kebijakan produksi pemerintah.
Presiden Prabowo telah memangkas kuota produksi sejumlah produsen besar dengan tujuan mendorong kenaikan harga batu bara. Sejumlah perusahaan tambang juga menghadapi denda besar terkait pelanggaran izin kehutanan. Bayan disebut menjadi salah satu perusahaan yang paling terdampak kebijakan pemangkasan kuota tersebut. Sebaliknya, sejumlah pesaing, termasuk PT Bumi Resources dan PT Adaro Andalan, relatif tidak mengalami pemotongan produksi dalam skala besar, menurut laporan Bloomberg pada Februari.
Profil Low Tuck Kwong
Low Tuck Kwong lahir di Singapura sebelum pindah ke Indonesia ketika berusia awal 20-an. Ia memperoleh kewarganegaraan Indonesia pada 1992 dan mendirikan Bayan Resources pada 2004. Menurut Bloomberg Billionaires Index, sebagian besar kekayaan Low berasal dari kepemilikannya di perusahaan tambang batu bara yang tercatat di Bursa Efek Indonesia.
Selain Bayan, Low juga memiliki sekitar 78 persen saham Metis Energy Ltd., perusahaan energi terbarukan yang berbasis di Singapura.
Apabila para pihak mencapai kesepakatan mengenai seluruh persyaratan transaksi, akuisisi tersebut berpotensi diselesaikan sebelum akhir 2026. Salah satu sumber mengatakan prosesnya dapat rampung sebelum akhir tahun, sementara sumber lain menyebut Haji Isam kemungkinan memperoleh pembiayaan dari bank-bank milik negara Indonesia.
Bayan tidak hanya bergerak dalam pertambangan. Perusahaan tersebut juga mengoperasikan sejumlah fasilitas pelabuhan di Indonesia. Pada tahun lalu, Bayan menjual sekitar 68 juta metrik ton batu bara dan membukukan pendapatan sekitar US$3,4 miliar.
Jika transaksi akuisisi berhasil diselesaikan, perubahan kepemilikan Bayan akan menjadi salah satu transaksi terbesar di sektor batu bara Indonesia sekaligus memperkuat posisi Haji Isam dalam industri pertambangan regional. (*)


















Users Today : 898
Total Users : 1473345
Views Today : 2026
Total views : 6865689