Infobenua.com, Berlin — Hyrox berkembang pesat menjadi salah satu kompetisi kebugaran dengan pertumbuhan tercepat di dunia sejak pertama kali digagas pada 2017. Format yang memadukan lari dan latihan kekuatan fungsional itu kini telah menjangkau puluhan negara dan menarik ratusan ribu peserta setiap musim.
Konsep Hyrox dikembangkan oleh penyelenggara acara Christian Toetzke, pakar komunikasi Michael Trautmann, serta Moritz Fürste, mantan pemain hoki lapangan Jerman yang meraih medali emas Olimpiade pada 2008 dan 2012.
Format kompetisinya relatif sederhana. Peserta menjalani delapan stasiun latihan fungsional yang masing-masing diselingi lari sejauh satu kilometer. Dengan format yang sama di setiap kompetisi, hasil peserta dapat dibandingkan meski perlombaan berlangsung di kota dan negara berbeda.
“Orang senang menantang diri sendiri atau berkompetisi dengan orang lain, mengikuti perlombaan, dan melawan rasa ragu dalam diri mereka,” kata Fürste kepada DW.
Para pendiri Hyrox melihat adanya ruang yang belum banyak digarap dalam industri olahraga, yakni menjadikan aktivitas latihan di gym sebagai kompetisi dengan aturan dan format yang seragam.
“Sebagian besar olahraga, seperti tenis, sepak bola, atau olahraga beregu secara umum, memiliki aturan dan format yang sudah jelas,” ujar Fürste.
“Olahraga-olahraga itu sudah ada selama ratusan tahun. Namun, satu bagian dari dunia olahraga yang belum memiliki format kompetisi yang jelas adalah aktivitas di gym. Kami ingin memberi orang-orang ini tujuan untuk berlatih, selain sekadar menjaga kesehatan atau mendapatkan bentuk tubuh yang mereka inginkan.”
Peserta Melonjak
Hyrox memiliki kemiripan dengan CrossFit, yang lebih dulu berkembang sebagai kompetisi kebugaran. Namun, keduanya memiliki karakter berbeda. CrossFit menggunakan variasi latihan yang berubah-ubah dan mencakup angkat besi Olimpiade serta senam, sedangkan Hyrox mempertahankan format kompetisi yang sama dan menitikberatkan pada kebugaran fungsional.
Kompetisi lain yang memiliki format serupa adalah DEKA Fit, meski penyebarannya secara global belum sebesar Hyrox dan masih banyak bergantung pada jaringan gym afiliasi di Amerika Serikat.
Salah satu kekuatan Hyrox terletak pada formatnya yang terstandar. Atlet dapat membandingkan performanya ketika berlomba di Hamburg, London, New York, maupun Sydney.
Bagi Fürste, keberhasilan format tersebut justru dapat dilihat dari kondisi peserta setelah menyelesaikan perlombaan.
“Tidak ada orang yang menyelesaikan perlombaan dengan sisa tenaga. Semua benar-benar kelelahan. Tetapi setelah itu, semua orang berpikir untuk menjadi lebih cepat di perlombaan berikutnya,” kata Fürste.
Perkembangan Hyrox mulai menunjukkan potensi besar setelah pandemi Covid-19. Fürste menyebut dua momen penting dalam perjalanan kompetisi tersebut, yakni perlombaan perdana yang diikuti 650 peserta dan penjualan tiket kompetisi London yang habis pada 2022.
Pada musim 2022–2023, sekitar 90.000 atlet mengikuti kompetisi Hyrox. Jumlah tersebut meningkat tajam menjadi lebih dari 650.000 atlet pada 2025.
“Ke mana pun kami pergi sejauh ini, kami melihat pertumbuhan yang luar biasa dalam dua hingga tiga tahun pertama,” kata Fürste.
“Tidak ada satu pun pasar yang tidak tumbuh 100% dari satu kompetisi ke kompetisi berikutnya. Ini menunjukkan bahwa konsep kami berhasil. Peserta mendapatkan pengalaman yang luar biasa.”
Hyrox kini telah diselenggarakan di lebih dari 85 kota yang tersebar di sekitar 30 negara. Hingga akhir musim 2023-2024, lebih dari 278.000 peserta tercatat telah menyelesaikan perlombaan tersebut.
Jumlah peserta diperkirakan kembali meningkat. Lebih dari satu juta atlet diproyeksikan ambil bagian dalam kompetisi Hyrox di seluruh dunia pada musim ini.
“Ini menunjukkan bahwa kami bukan sekadar tren atau olahraga niche. Kami sudah memberikan bukti di dunia olahraga,” kata Fürste.
Ingin Masuk Olimpiade Brisbane 2032
Fürste mengatakan perkembangan Hyrox tidak lepas dari investasi dan upaya membangun jaringan dengan para pelaku industri olahraga.
“Saya menginvestasikan banyak hal dan bertemu dengan orang-orang yang sudah bertahun-tahun bekerja di industri ini,” ujar Fürste. Ia melihat Hyrox sebagai versi modern dari festival musik dalam dunia olahraga.
“Saya harus mempertaruhkan segalanya untuk bisa sampai di posisi saya sekarang dan menjadi bagian dari tim ini.”
Meski sejak awal meyakini konsep tersebut memiliki prospek, Fürste mengaku tidak memperkirakan Hyrox akan berkembang hingga sebesar sekarang.
Target berikutnya bahkan lebih ambisius. Dalam wawancara dengan Sports Illustrated pada 2025, Fürste menyatakan keinginannya membawa Hyrox ke panggung Olimpiade Brisbane 2032.
Jika terwujud, kompetisi yang berawal dari perpaduan sederhana antara lari dan latihan fungsional itu akan mendapatkan kesempatan tampil di ajang olahraga terbesar dunia.(*)


















Users Today : 1160
Total Users : 1437435
Views Today : 1744
Total views : 6768063