Foto : Suasana Peringatan Hari Lahir Pancasila di Sekolah Rakyat Terintegrasi 58 Samarinda.(Dok.Pemrov Kaltim)
Infobenua.com, Samarinda – Peringatan Hari Lahir Pancasila di Sekolah Rakyat Terintegrasi 58 Samarinda dijadikan momentum untuk memperkuat pendidikan karakter siswa melalui berbagai kegiatan yang menekankan pengamalan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.
Kepala Sekolah Rakyat Terintegrasi 58 Samarinda, Rabiatul Adawiyah, mengatakan pihak sekolah tidak ingin peringatan 1 Juni hanya dipahami sebagai agenda seremonial tahunan. Menurutnya, nilai-nilai Pancasila harus dikenalkan dan diterapkan secara nyata sejak usia dini melalui aktivitas yang dekat dengan kehidupan siswa.
“Kami ingin anak-anak tidak hanya melihat Hari Lahir Pancasila sebagai momentum bersejarah nasional yang diperingati setiap tahun, tetapi juga memahami dan mengamalkan nilai-nilainya dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya, Senin (1/6/2026).
Sebanyak 74 siswa, terdiri dari 49 pelajar tingkat SD dan 25 pelajar tingkat SMA, terlibat dalam berbagai kegiatan yang dirancang untuk memperkuat pemahaman kebangsaan.
Siswa SMA mengikuti lomba desain flyer bertema Hari Lahir Pancasila menggunakan platform digital, sementara siswa SD mendapat pengayaan materi melalui kegiatan mewarnai dan kuis kebangsaan.
Namun, menurut Rabiatul, penanaman nilai Pancasila tidak hanya dilakukan saat momentum peringatan hari besar nasional. Sekolah juga menerapkannya melalui berbagai kegiatan pembiasaan yang berlangsung setiap hari.
Nilai religiusitas, misalnya, diwujudkan melalui ibadah rutin sesuai agama masing-masing siswa. Bagi peserta didik Muslim, kegiatan tersebut diperkuat dengan pembiasaan menghafal surat-surat pendek setelah salat Magrib serta program pembelajaran Al-Qur’an yang dilakukan secara bertahap.
Di sisi lain, nilai gotong royong dan kepedulian sosial ditanamkan melalui kegiatan kerja bakti membersihkan lingkungan sekolah dan aktivitas penghijauan yang melibatkan seluruh siswa.
Sementara semangat nasionalisme dan cinta tanah air dibangun melalui kegiatan kepramukaan serta latihan pencak silat yang dibimbing langsung oleh personel TNI.
Rabiatul menilai pendidikan karakter harus dilakukan secara berkelanjutan agar siswa tidak hanya memahami nilai Pancasila secara teoritis, tetapi juga mampu menerapkannya dalam perilaku sehari-hari.
“Harapannya, anak-anak tidak hanya memahami Pancasila secara teori, tetapi juga mampu menerapkannya dalam sikap, perilaku, dan interaksi sosial sehari-hari,” katanya.
Menurutnya, pendekatan tersebut menjadi bagian dari upaya sekolah membentuk generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki karakter kuat dan jiwa kebangsaan yang baik
Penulis : Nurfa | Editor: Redaksi



















Users Today : 1666
Total Users : 1317946
Views Today : 2762
Total views : 6429405