Foto : Wakil Gubernur Kalimantan Timur, Seno Aji
Infobenua.com, Samarinda — Pemadaman listrik bergilir yang terjadi di sejumlah wilayah Kalimantan Timur dalam beberapa hari terakhir dipastikan berkaitan dengan gangguan pasokan daya setelah dua unit Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) mengalami kerusakan pada waktu yang hampir bersamaan.
Kondisi tersebut menyebabkan kapasitas listrik di sistem kelistrikan Kalimantan Timur berkurang hingga sekitar 250 megawatt dan berdampak pada penerapan pengurangan beban secara sementara di sejumlah daerah.
Wakil Gubernur Kalimantan Timur, Seno Aji, menjelaskan langkah pemadaman bergilir dilakukan sebagai bagian dari penyesuaian operasional guna menjaga stabilitas pasokan listrik agar sistem tidak mengalami gangguan yang lebih luas.
“Yang bermasalah itu adalah dua PLTU rusak dalam waktu bersamaan, itu mengurangi 250 megawatt, sehingga PLN melakukan revitalisasi dan pengurangan daya sekitar tiga jam,” ujar Seno.
Menurutnya, kondisi tersebut bukan disebabkan meningkatnya konsumsi listrik semata, melainkan adanya gangguan pada sisi pembangkit yang menyebabkan kemampuan suplai listrik menurun dalam waktu bersamaan.
Akibat berkurangnya cadangan daya, dilakukan pengaturan distribusi melalui pemadaman bergilir dengan durasi tertentu agar jaringan tetap berjalan dan tidak memicu gangguan yang lebih besar terhadap sistem kelistrikan regional.
Pemprov Kaltim, kata Seno, terus berkoordinasi dengan pihak terkait untuk memantau proses perbaikan dan percepatan pemulihan pasokan listrik agar aktivitas masyarakat dapat kembali normal.
Ia memahami pemadaman yang terjadi menimbulkan dampak terhadap aktivitas rumah tangga, layanan usaha, hingga sektor produktif yang bergantung pada pasokan listrik yang stabil.
“Karena itu, kami berharap proses pemulihan dapat berlangsung secepat mungkin sehingga distribusi energi kembali berjalan optimal,” katanya.
Seno juga mengimbau masyarakat untuk menggunakan listrik secara bijak selama masa penyesuaian berlangsung dan mengikuti informasi resmi terkait jadwal pengurangan daya agar aktivitas sehari-hari dapat disesuaikan.
“Langkah pengurangan beban ini bersifat sementara sampai proses penanganan dan normalisasi pembangkit selesai dilakukan,” ungkapnya.
Pemprov memastikan akan terus memantau perkembangan di lapangan agar kebutuhan energi masyarakat tetap menjadi prioritas selama proses pemulihan berlangsung.
Penulis : Nurfa | Editor: Redaksi



















Users Today : 427
Total Users : 1359747
Views Today : 2798
Total views : 6534875