Ket Foto: Ketua FJPI Kaltim Tri Wahyuni saat memberikan edukasi tentang pencegahan perundungan kepada peserta didik baru SDN 004 Sungai Pinang dalam kegiatan MPLS.
Infobenua.com Samarinda – Forum Jurnalis Perempuan Indonesia (FJPI) Kalimantan Timur menggelar sosialisasi pencegahan perundungan bagi peserta didik baru SDN 004 Sungai Pinang, Samarinda, Rabu (15/7/2026). Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) yang berlangsung di halaman sekolah.
Mengusung tema “STOP Bullying, Setiap Anak Berhak Bahagia di Sekolah”, kegiatan ini bertujuan menanamkan pemahaman kepada siswa mengenai pentingnya saling menghormati, menghargai perbedaan, serta membangun hubungan pertemanan yang positif sejak hari pertama masuk sekolah.
Dalam penyampaian materi, para siswa dikenalkan dengan berbagai bentuk perundungan, mulai dari tindakan fisik, verbal hingga sosial. Mereka juga diajak memahami dampak yang dapat ditimbulkan terhadap korban serta pentingnya melaporkan setiap tindakan perundungan kepada guru maupun orang tua.
Ketua FJPI Kalimantan Timur, Tri Wahyuni, mengatakan sekolah harus menjadi ruang yang aman dan menyenangkan bagi seluruh anak untuk belajar dan berkembang tanpa rasa takut.
“Setiap anak berhak merasa nyaman dan terlindungi di lingkungan sekolah. Kami berharap melalui kegiatan ini anak-anak terbiasa menghormati teman, membangun pergaulan yang sehat, serta berani menolak segala bentuk bullying,” ujarnya.
Sosialisasi berlangsung secara interaktif melalui diskusi ringan, tanya jawab, dan penyampaian materi yang disesuaikan dengan usia peserta. Antusiasme siswa terlihat saat mereka aktif menjawab pertanyaan dan berbagi pengalaman selama kegiatan berlangsung.
Sementara itu, Kepala SDN 004 Sungai Pinang, Denok Asmiati, menyampaikan apresiasi kepada FJPI Kalimantan Timur atas kepeduliannya terhadap pendidikan karakter anak.
Menurutnya, edukasi mengenai pencegahan perundungan sangat penting diberikan sejak dini agar siswa memiliki pemahaman tentang pentingnya saling menghargai dan menciptakan suasana belajar yang harmonis.
“Kami menyambut baik kegiatan ini karena memberikan bekal yang bermanfaat bagi peserta didik baru. Harapannya, mereka dapat tumbuh menjadi pribadi yang peduli terhadap sesama dan mampu menjaga lingkungan sekolah tetap aman serta nyaman,” katanya.
Melalui kegiatan tersebut, FJPI Kalimantan Timur berharap budaya anti-perundungan dapat terus ditanamkan di lingkungan sekolah sehingga tercipta ekosistem pendidikan yang inklusif, ramah anak, dan mendukung tumbuh kembang peserta didik secara optimal.


















Users Today : 553
Total Users : 1373342
Views Today : 1787
Total views : 6635772