Foto : Kepala Dinas Pariwisata Kalimantan Timur, Dasmiah Ririn Sari Dewi
Infobenua.com, Samarinda – Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur terus mengembangkan sektor pariwisata yang tidak hanya berorientasi pada kunjungan wisatawan, tetapi juga mendukung pelestarian lingkungan.
Salah satu destinasi yang menjadi contoh pengembangan tersebut adalah Bontang Mangrove Park (BMP), kawasan wisata berbasis konservasi yang memadukan fungsi edukasi, ekologi, dan pemberdayaan masyarakat.
Kepala Dinas Pariwisata Kalimantan Timur, Dasmiah Ririn Sari Dewi, mengatakan pengelolaan Bontang Mangrove Park menunjukkan bahwa upaya menjaga kelestarian alam dapat berjalan beriringan dengan pengembangan sektor pariwisata dan peningkatan ekonomi masyarakat sekitar.
Menurutnya, keberhasilan kawasan tersebut tidak terlepas dari sinergi antara pemerintah, sektor swasta, dan masyarakat yang bersama-sama menjaga sekaligus mengembangkan potensi wisata berbasis lingkungan.
“Model kolaborasi pariwisata seperti ini dapat direplikasi oleh kabupaten dan kota lainnya agar kekayaan alam daerah tetap terjaga sekaligus memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat,” ujarnya.
Berlokasi di kawasan Taman Nasional Kutai, Bontang Mangrove Park menawarkan pengalaman wisata alam dengan menyusuri hutan mangrove melalui jalur jembatan kayu ulin sepanjang lebih dari dua kilometer. Kawasan tersebut menjadi salah satu destinasi yang banyak diminati karena menghadirkan suasana alami khas pesisir Kalimantan Timur.
Selain menikmati panorama hutan mangrove, pengunjung juga dapat mempelajari berbagai jenis vegetasi yang tumbuh di kawasan tersebut. Keberadaan tanaman mangrove dinilai memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem pesisir sekaligus menjadi sarana edukasi lingkungan bagi masyarakat.
Ririn menjelaskan kawasan itu juga menjadi habitat berbagai satwa liar yang hidup secara alami, sehingga menambah daya tarik wisata berbasis konservasi. Kondisi tersebut menjadikan Bontang Mangrove Park tidak hanya sebagai destinasi rekreasi, tetapi juga ruang pembelajaran mengenai pentingnya menjaga keanekaragaman hayati.
Ia menambahkan fungsi kawasan mangrove jauh lebih besar daripada sekadar objek wisata. Hutan mangrove berperan sebagai pelindung alami wilayah pesisir dari ancaman abrasi dan gelombang laut, sekaligus mendukung keberlangsungan ekosistem yang ada di sekitarnya.
Keberhasilan upaya konservasi di kawasan tersebut terlihat dari meningkatnya luas area mangrove dalam beberapa tahun terakhir. Hal itu menunjukkan bahwa pengembangan pariwisata yang dilakukan tetap menempatkan aspek pelestarian lingkungan sebagai prioritas utama.
Melalui pengembangan destinasi seperti Bontang Mangrove Park, Dispar Kaltim berharap konsep pariwisata berkelanjutan dapat terus diperluas ke berbagai daerah. Dengan demikian, sektor pariwisata tidak hanya menjadi sumber pertumbuhan ekonomi, tetapi juga sarana menjaga kelestarian sumber daya alam untuk generasi mendatang.
“Pariwisata berbasis konservasi menjadi salah satu potensi besar yang dimiliki Kalimantan Timur dan perlu terus dikembangkan agar mampu memberikan manfaat jangka panjang bagi lingkungan maupun masyarakat,” pungkasnya.
Penulis : Nurfa | Editor: Redaksi



















Users Today : 1545
Total Users : 1325723
Views Today : 3259
Total views : 6445550