Teks foto: Mal Lembuswana Samarinda
Infobenua.com.Samarinda —Sejumlah gerai di lantai atas Mal Lembuswana Samarinda tampak tidak lagi beroperasi. Kondisi tersebut membuat pengunjung yang datang melihat perubahan besar pada pusat perbelanjaan yang selama bertahun-tahun menjadi salah satu tujuan warga Samarinda dan daerah sekitar.
Saat menaiki eskalator menuju lantai dua hingga lantai tiga, aktivitas pengunjung terlihat semakin berkurang.
Beberapa toko sudah tertutup, sementara pengunjung yang datang lebih banyak berjalan santai atau mendatangi sejumlah gerai yang masih buka.
Ani, warga Sangatta, Kutai Timur, mengaku prihatin melihat kondisi Mal Lembuswana yang menurutnya tidak seramai dulu.
Ia mengatakan, setiap kali datang ke Samarinda, Lembuswana menjadi salah satu tempat yang selalu dikunjungi.
“Kalau kami dari kabupaten, kalau ke Samarinda pasti ke Lembuswana. Tapi sekarang makin ke sini kok semakin sepi,” ujar Ani.
Menurutnya, Mal Lembuswana memiliki kenangan tersendiri bagi masyarakat luar daerah karena menjadi salah satu pusat perbelanjaan yang sudah dikenal sejak lama.
Ani berharap pemerintah dan pengelola baru dapat mencari cara untuk kembali menarik masyarakat datang, mulai dari menghadirkan berbagai kegiatan hingga memperbaiki kondisi tenant yang kosong.
“Dulu banyak event, orang ramai datang. Sekarang banyak lapak sudah tutup, jadi orang juga bingung mau cari apa di sini,” katanya.
Ia menilai Lembuswana masih memiliki keunggulan dibandingkan mal lain, terutama dari sisi lokasi yang mudah dijangkau dan area parkir yang luas.
“Kalau dari daerah, Lembuswana itu paling gampang dijangkau. Parkirnya juga luas. Sebenarnya kami lebih suka ke sini,” ucapnya.
Namun, kondisi tenant yang semakin berkurang membuat daya tarik mal ikut menurun. Bahkan, menurut Ani, pilihan tempat makan di dalam mal kini tidak sebanyak sebelumnya.
“Dulu mau makan atau jalan-jalan banyak pilihan. Sekarang sudah berbeda,” tuturnya.
Sementara itu, pengunjung berharap pergantian pengelola Mal Lembuswana dapat membawa perubahan.
Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur sebelumnya menunjuk PT Kaltim Melati Bhakti Satya (PT KMBS) sebagai pengelola baru menggantikan PT Cipta Sumena Indah Satresna (PT CSIS).
Penyerahan resmi pengelolaan Mal Lembuswana kepada PT KMBS dijadwalkan berlangsung pada 7 Agustus 2026.
“Kita berharap pengelola baru tidak hanya melakukan pembenahan fasilitas, tetapi juga mampu menghadirkan program yang membuat masyarakat kembali menjadikan Lembuswana sebagai tujuan berbelanja dan berkumpul,” demikian Ani.
Penulis: Frida | Editor: Eka Mandiri.


















Users Today : 1548
Total Users : 1400373
Views Today : 3156
Total views : 6700142