Teks foto: Suasana Pencari Kerja Memadati Samarinda Square saat Job Fair
Infobenua.com.Samarinda —DPRD Samarinda mendorong Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda menambah frekuensi pelaksanaan bursa kerja atau job fair menjadi dua hingga tiga kali dalam setahun.
Usulan itu muncul setelah program tersebut dinilai berkontribusi menekan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) dari 5,74 persen pada 2024 menjadi 5,31 persen pada 2025.
Ketua DPRD Samarinda Helmi Abdullah mengatakan, job fair menjadi salah satu upaya konkret mempertemukan pencari kerja dengan perusahaan yang membutuhkan tenaga kerja.
Karena itu, DPRD memastikan akan mendukung keberlanjutan program tersebut melalui pembahasan APBD Perubahan 2026 maupun APBD 2027.
“Job fair ini program yang bagus karena melibatkan puluhan perusahaan dan dunia usaha. Kami tentu mendukung penuh, termasuk dari sisi penganggarannya,” ujar Helmi, Jumat (24/7/2026).
Pada Job Fair Samarinda 2026, sebanyak 36 perusahaan membuka 764 lowongan pekerjaan. Antusiasme masyarakat juga tinggi dengan lebih dari seribu pencari kerja mendaftar dan mengirimkan lamaran melalui aplikasi milik Dinas Tenaga Kerja Samarinda.
Meski tren pengangguran mengalami penurunan, Helmi menilai angka tersebut masih perlu ditekan. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), TPT Samarinda pada 2025 masih berada di angka 5,31 persen atau sekitar 25 ribu orang belum memiliki pekerjaan.
Untuk mempercepat penyerapan tenaga kerja, ia mengusulkan agar job fair tidak lagi digelar sekali dalam setahun, melainkan setiap enam bulan sekali sehingga dapat mengakomodasi lulusan baru SMA maupun perguruan tinggi.
“Kalau bisa dilaksanakan setiap enam bulan sekali. Ini menjadi harapan bagi para pencari kerja untuk memperoleh pekerjaan,” katanya.
Selain memperbanyak bursa kerja, DPRD juga meminta pemerintah mengoptimalkan peran Balai Latihan Kerja Industri (BLKI).
Menurut Helmi, pelatihan keterampilan menjadi faktor penting agar pencari kerja memiliki daya saing yang lebih baik saat mengikuti proses rekrutmen.
“Masuk ke dunia kerja tidak cukup hanya bermodal ijazah. Harus ada keterampilan tambahan agar tidak mudah tersingkir dalam proses seleksi. Bahkan, pelatihan itu juga bisa melahirkan wirausaha baru,” demikian Helmi.
Penulis Frida editor Eka mandiri


















Users Today : 324
Total Users : 1388039
Views Today : 537
Total views : 6673783