Infobenua.com.Samarinda – Wacana pengambilalihan pengelolaan Pulau Kakaban oleh Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) mendapat sorotan kritis dari DPRD Kaltim. Makmur, anggota Komisi IV DPRD Kaltim, memperingatkan agar langkah tersebut tidak dilakukan secara gegabah tanpa landasan kajian ekologis dan sosial yang matang.
“Saya khawatir kalau nanti diambil alih, pengawasannya tidak optimal. Kakaban itu bukan hanya aset wisata, tapi kawasan konservasi dengan nilai ekologi yang sangat tinggi,” tegas Makmur dalam keterangannya baru-baru ini.
Pulau Kakaban yang berada di Kabupaten Berau dikenal sebagai rumah bagi Danau Ubur-Ubur tak menyengat, destinasi unik yang menarik ribuan wisatawan setiap tahun. Namun, Makmur menekankan bahwa keindahan itu tidak boleh dijadikan alasan untuk mengeksploitasi kawasan tanpa pengelolaan yang berkelanjutan.
Ia menyoroti bahwa Pulau Kakaban selama ini dikelola dengan prinsip pelestarian, serta melibatkan masyarakat sekitar dalam menjaga dan merawat kawasan.
“Kalau pengambilalihan tidak disertai perencanaan jelas, kita khawatir akan muncul eksploitasi. Akhirnya kawasan rusak, masyarakat lokal juga tidak diberdayakan,” ujarnya.
Makmur menyatakan tidak menolak sepenuhnya wacana pengalihan kewenangan pengelolaan, terutama untuk wilayah laut yang memang dapat masuk dalam ranah provinsi. Namun ia menolak keras jika pengambilalihan mencakup seluruh kawasan darat dan laut tanpa kejelasan arah kebijakan.
“Kalau keseluruhan kawasan diambil, lalu tanpa kepastian arah dan pengawasan, itu berbahaya. Bisa-bisa semua pihak jadi cuek. Pemerintah daerah jadi acuh, rakyatnya juga akan ikut acuh,” tukasnya.
Ia mengingatkan bahwa pengelolaan kawasan konservasi seperti Kakaban tidak boleh semata-mata berdasarkan pertimbangan administratif atau ekonomi. Pemerintah, baik di tingkat kabupaten maupun provinsi, tetap memikul tanggung jawab moral terhadap kelestarian kawasan.
“Kakaban bukan hanya milik Berau, tapi milik kita semua. Tapi cara kelolanya harus benar, jangan sampai rusak karena ambisi sesaat,” pungkasnya.
penulis Frida editor Eka mandiri

















Users Today : 616
Total Users : 1291231
Views Today : 2328
Total views : 6348207