Teks foto:PT Kilang Pertamina Balikpapan (KPB)
Infobenua.com.Samarinda —Penanganan kasus hujan debu cokelat yang diduga muncul akibat aktivitas commissioning atau uji coba unit kilang baru PT Kilang Pertamina Balikpapan (KPB) kini menjadi perhatian DPRD Kalimantan Timur.
Lembaga legislatif tingkat provinsi itu menyatakan siap memanggil jajaran manajemen PT KPB untuk meminta penjelasan menyusul banyaknya keluhan masyarakat.
Ketua DPRD Kaltim Hasanuddin Mas’ud mengatakan langkah tersebut akan ditempuh setelah pihaknya berkoordinasi dengan DPRD Kota Balikpapan yang lebih dahulu menangani persoalan tersebut.
Menurut Hasanuddin, komunikasi awal telah dilakukan agar kedua lembaga memiliki pemahaman yang sama terkait perkembangan penanganan kasus sebelum menentukan langkah lanjutan.
“Kami akan konsultasi terlebih dahulu dengan DPRD Balikpapan. Kami sudah berkomunikasi supaya jelas sejauh mana pembahasannya. Nanti akan kita bahas bersama,” ujarnya.
Ia menegaskan DPRD Kaltim tidak ingin bekerja sendiri dalam menyikapi persoalan tersebut. Sinkronisasi dengan DPRD Balikpapan dinilai penting agar proses pengawasan berjalan efektif dan tidak tumpang tindih.
Setelah koordinasi dilakukan, DPRD Kaltim membuka peluang memanggil manajemen PT KPB untuk memberikan penjelasan secara terbuka mengenai dugaan sumber debu, proses commissioning yang tengah berlangsung, serta langkah mitigasi yang telah dilakukan perusahaan untuk melindungi masyarakat.
Sebelumnya, Ketua DPRD Kota Balikpapan Alwi Al-Qadri mengungkapkan pihaknya menerima banyak laporan dari warga mengenai munculnya butiran debu cokelat dalam beberapa waktu terakhir.
Keluhan tersebut disampaikan masyarakat dari sejumlah kawasan yang berada di sekitar wilayah operasional kilang.
“Saya juga menerima banyak informasi dari masyarakat mengenai adanya butiran debu yang mereka rasakan dalam beberapa waktu terakhir. Tentu kita perlu mengetahui asal-usul debu tersebut. Selain dugaan berasal dari Pertamina, bisa saja debu itu berasal dari proses pembakaran atau aktivitas lain di fasilitas milik Pertamina. Hal inilah yang nantinya akan menjadi perhatian dan akan kami tindak lanjuti,” kata Alwi usai Rapat Paripurna Masa Sidang III di Hotel Gran Senyiur Balikpapan, Rabu (24/6/2026).
Meski menerima banyak aduan, Alwi menegaskan DPRD Balikpapan belum akan menyimpulkan sumber pencemaran sebelum memperoleh hasil verifikasi yang komprehensif.
Menurutnya, seluruh dugaan harus dibuktikan melalui data dan penjelasan dari pihak terkait agar tidak menimbulkan kesimpulan yang keliru.
Keterlibatan DPRD Kaltim diharapkan dapat memperkuat pengawasan terhadap penyelesaian persoalan tersebut.
Hal Selain meminta penjelasan dari PT KPB, DPRD juga diperkirakan akan mendorong adanya evaluasi terhadap dampak lingkungan dan kesehatan masyarakat apabila hasil kajian nantinya menunjukkan aktivitas commissioning menjadi penyebab munculnya hujan debu cokelat.
Penulis Frida editor Eka mandiri




















Users Today : 877
Total Users : 1382759
Views Today : 1461
Total views : 6660949