Teks foto: Foto: Plt Kepala Kesbangpol Kaltim Arih Frananta Filifus (AFF) Sembiring saat diwawancarai awak media.
Infobenua.com Samarinda —Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kalimantan Timur membantah tudingan adanya upaya meredam aksi demonstrasi yang direncanakan berlangsung di Kantor Gubernur Kaltim pada 21 April 2026 mendatang.
Plt Kepala Kesbangpol Kaltim, Arih Frananta Filifus (AFF) Sembiring, menegaskan agenda coffee morning bersama organisasi masyarakat (ormas) yang digelar di Gedung Olah Bebaya, Senin (13/4/2026), tidak memiliki kaitan dengan rencana aksi tersebut.
“Jadi saya murni ingin kenalan dan mengetahui ormas sekaligus dapat masukan kritik untuk membangun Kaltim. Tidak ada kaitan dengan 21 April,” ujarnya.
Ia menjelaskan, kegiatan tersebut dilakukan sebagai bentuk silaturahmi, mengingat dirinya baru dilantik pada 11 Maret 2026 dan ingin membangun komunikasi dengan ormas di Kaltim.
Meski demikian, kegiatan yang digelar sepekan sebelum aksi unjuk rasa itu memicu berbagai persepsi di masyarakat.
Menanggapi hal itu, Arih menyebut perbedaan pandangan sebagai hal yang wajar.
Menurutnya, Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur tetap terbuka terhadap kritik dan masukan dari masyarakat, termasuk dari kelompok yang merasa belum terfasilitasi atau belum didengar.
Ia juga mengimbau agar aksi demonstrasi yang akan digelar dapat berlangsung secara tertib dan mencerminkan nilai-nilai masyarakat Kalimantan Timur.
“Pemerintah siap menerima kritik dan saran, namun diharapkan tidak ada tindakan yang melanggar hukum ataupun mencoreng nama baik daerah,” katanya.
Di sisi lain, Arih turut menanggapi polemik terkait isu pembagian amplop senilai Rp100 ribu kepada peserta kegiatan. Ia mengakui hal tersebut merupakan kekeliruan.
“Terkait isu pembagian amplop, hal tersebut merupakan kekeliruan saya,” ucapnya.
Ia menyatakan telah menyampaikan hal tersebut kepada gubernur dan menyampaikan permohonan maaf.
Arih menjelaskan, rencana pemberian uang tersebut awalnya dimaksudkan sebagai bentuk menjaga silaturahmi dan membantu peserta yang datang dari jauh.
Namun, rencana tersebut belum terealisasi dan bahkan belum diajukan secara resmi kepada pimpinan, tetapi sudah lebih dulu beredar di masyarakat sehingga menimbulkan kesalahpahaman.
“Usulan tersebut bahkan belum sampai kepada pimpinan, namun sudah lebih dulu sampai ke masyarakat. Untuk itu, saya juga menyampaikan permohonan maaf,” tutupnya.
Penulis: Frida |Editor: Eka Mandiri

















Users Today : 2
Total Users : 1262191
Views Today : 11
Total views : 6263987