Infobenua.com, Samarinda – Olahraga tradisional bukan sekadar permainan rakyat, tetapi juga cermin nilai budaya dan perekat kebersamaan.
Hal ini disampaikan Kepala Bidang Pemberdayaan Olahraga Dispora Kaltim, Bagus Sugiarta, yang menegaskan pentingnya melestarikan warisan ini di tengah gempuran modernisasi.
“Olahraga tradisional memiliki nilai budaya dan kebersamaan yang tinggi. Kami ingin generasi muda memahami bahwa permainan ini bukan hanya hiburan, tetapi bagian dari identitas daerah yang harus dijaga,” ujarnya, Minggu (9/8/25).
Dispora Kaltim, lanjut Bagus, secara rutin melakukan sosialisasi ke sekolah-sekolah dan masyarakat untuk membudayakan kembali olahraga tradisional. Beberapa di antaranya seperti menyumpit, begasing, berhadang, dan tarik tambang, yang pernah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan masyarakat Kaltim.
Menurutnya, hampir setiap rukun tetangga (RT) di Kaltim, terutama saat perayaan 17 Agustus, masih mempertahankan permainan ini melalui lomba-lomba khas seperti lari karung dan makan kerupuk.
“Kegiatan tersebut membuktikan bahwa masyarakat masih mengenal dan mempraktikkan olahraga tradisional, meski dalam skala sederhana,” tambahnya.
Bagus berharap, pelestarian olahraga tradisional tidak hanya menjaga warisan budaya, tetapi juga memperkuat rasa kebersamaan di tengah masyarakat.(ADV)
Penulis ; Nurfa | editor : Eka Mandiri


















Users Today : 2536
Total Users : 1398194
Views Today : 4041
Total views : 6696118