Ket Foto: Kepala Dinsos PM Samarinda, Muhammad Arif Surochman.
Infobenua.com Samarinda – Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat (Dinsos PM) Kota Samarinda belum berencana melakukan pengadaan logistik bantuan darurat pada tahun 2026. Keputusan tersebut diambil setelah dilakukan evaluasi terhadap persediaan yang ada dan dinilai masih mencukupi untuk memenuhi kebutuhan penanganan bencana dalam waktu dekat.
Kepala Dinsos PM Samarinda, Muhammad Arif Surochman, mengatakan stok bantuan yang tersimpan saat ini masih berada dalam kondisi aman sehingga belum diperlukan penambahan barang baru. Pemanfaatan persediaan yang tersedia juga dianggap lebih efektif dibanding melakukan pembelian ketika kebutuhan belum mendesak.
“Persediaan yang ada masih cukup untuk mendukung penanganan darurat. Kami akan melakukan pengadaan kembali ketika stok mulai menipis dan memang diperlukan,” ujarnya, Sabtu (18/7/2026).
Menurut Arif, pengelolaan logistik harus dilakukan secara cermat agar barang bantuan tetap dalam kondisi layak pakai saat dibutuhkan masyarakat. Pengadaan yang dilakukan terlalu cepat berpotensi menyebabkan penumpukan barang di gudang, sementara sebagian jenis bantuan memiliki masa simpan yang perlu diperhatikan.
Meski belum melakukan pembelian baru, Dinsos PM memastikan kesiapsiagaan menghadapi bencana tetap menjadi prioritas. Pemantauan stok dilakukan secara berkala untuk memastikan seluruh kebutuhan dasar dapat segera disalurkan apabila terjadi musibah seperti banjir, kebakaran, maupun bencana lainnya.
Ia menegaskan bahwa kebijakan tersebut bukan bentuk pengurangan kesiapan pemerintah, melainkan langkah pengelolaan logistik yang disesuaikan dengan kondisi riil di lapangan.
“Pemerintah harus tetap siap setiap saat. Ketika terjadi bencana, bantuan harus bisa langsung bergerak sehingga masyarakat terdampak tidak mengalami kesulitan memenuhi kebutuhan dasarnya,” katanya.
Selain logistik, Dinsos PM juga memastikan dukungan anggaran untuk penanganan bencana tetap tersedia pada tahun ini. Dengan demikian, pemerintah daerah masih memiliki ruang untuk melakukan pengadaan tambahan apabila terjadi peningkatan kebutuhan akibat situasi darurat.
Di tengah penyesuaian anggaran yang dilakukan sejumlah organisasi perangkat daerah, Arif memastikan layanan sosial dan program bantuan kepada masyarakat tidak mengalami gangguan. Menurutnya, efisiensi yang dilakukan lebih diarahkan pada kegiatan operasional tanpa mengurangi kualitas pelayanan publik.
“Program bantuan sosial tetap berjalan sesuai rencana. Pelayanan kepada masyarakat juga tetap menjadi prioritas yang harus dipertahankan,” tegasnya.
Ketersediaan logistik menjadi faktor penting dalam mendukung kecepatan respons pemerintah saat terjadi bencana. Pengalaman penanganan banjir dan kebakaran di Samarinda menunjukkan bahwa bantuan kebutuhan pokok, perlengkapan keluarga, makanan siap saji, hingga kebutuhan tidur menjadi kebutuhan mendesak yang harus segera dipenuhi.
Karena itu, Dinsos PM terus memastikan seluruh stok bantuan berada dalam kondisi siap salur dan dapat didistribusikan dengan cepat ketika diperlukan. Menurut Arif, keberhasilan penanganan bencana tidak hanya ditentukan oleh jumlah logistik yang tersedia, tetapi juga kemampuan pemerintah menyalurkan bantuan secara tepat waktu kepada warga terdampak.
“Yang paling penting adalah masyarakat segera mendapatkan bantuan ketika membutuhkan. Kecepatan respons dan ketepatan distribusi menjadi kunci dalam penanganan keadaan darurat,” pungkasnya.
Penulis Nisnun Editor Eka Mandiri



















Users Today : 1429
Total Users : 1378023
Views Today : 3618
Total views : 6651283