Foto : penyakit zoonosis.(ilustrasi)
Infobenua.com, Samarinda – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kalimantan Timur menekankan pentingnya kewaspadaan terhadap penyakit zoonosis yang dapat menular antara hewan dan manusia. Deteksi dini dinilai menjadi langkah penting untuk mencegah penyakit berkembang dan menyebar lebih luas.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Kaltim, Fitnawati, mengatakan zoonosis merupakan salah satu kelompok penyakit emerging yang perlu mendapat perhatian serius.
Menurutnya, penyakit emerging dapat muncul ketika suatu agen penyakit pertama kali menyerang populasi tertentu. Penyakit yang sebelumnya pernah muncul juga dapat kembali terjadi dan dalam kondisi tertentu berisiko menimbulkan dampak serius hingga kematian.
“Zoonosis merupakan bagian dari beberapa penyakit emerging yang harus kita lakukan deteksi dini dan pencegahannya sehingga tidak meluas secara berkepanjangan,” ujar Fitnawati.
Ia menilai kondisi tersebut menjadi tantangan yang harus diantisipasi bersama, terutama oleh jajaran fasilitas pelayanan kesehatan yang berada di berbagai wilayah.
Fitnawati mengatakan, kesiapsiagaan tidak cukup hanya dilakukan ketika kasus telah ditemukan. Sosialisasi dan koordinasi antarfasilitas kesehatan perlu diperkuat agar setiap indikasi penyakit dapat segera dikenali dan ditangani.
“Bagaimana kita mengupayakan sosialisasi dan koordinasi sehingga ketika ada kasus, bisa secara cepat dan tepat mendapatkan penanganan,” jelasnya.
Selain penguatan di fasilitas kesehatan, Dinkes Kaltim juga mendorong keterlibatan berbagai sektor dalam menghadapi potensi penyebaran zoonosis. Menurut Fitnawati, karakter penyakit yang berkaitan dengan interaksi antara manusia dan hewan membuat penanganannya membutuhkan pendekatan yang lebih luas.
Karena itu, kesiapsiagaan dan kewaspadaan dini harus dibangun melalui kerja sama lintas program dan lintas sektor secara berkelanjutan.
“Untuk menghadapi tantangan dalam penanggulangan penyakit ini, khususnya dalam kesiapsiagaan dan kewaspadaan dini, memerlukan kerja sama bukan hanya lintas program, tetapi juga lintas sektor terkait dan berkesinambungan,” katanya.
Fitnawati menegaskan, persoalan kesehatan tidak dapat dibebankan sepenuhnya kepada institusi kesehatan. Dukungan sektor lain diperlukan untuk memperkuat pencegahan, mempercepat deteksi kasus, serta memastikan penanganan dapat dilakukan secara tepat.
“Permasalahan kesehatan bukan hanya menjadi tanggung jawab institusi kesehatan saja, tetapi bagaimana peran lintas sektor yang bisa kita manfaatkan,” pungkasnya.
Penulis : Nurfa | Editor: Redaksi


















Users Today : 1163
Total Users : 1437438
Views Today : 1764
Total views : 6768083