Foto: Plt Camat Kembang Janggut, Suhartono (farid/infobenua)
INFOBENUA.COM, KUKAR – Kecamatan Kembang Janggut, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), terus menunjukkan perkembangan di sektor pendidikan.
Salah satu capaian penting adalah berdirinya Satuan Pendidikan Nonformal Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) yang rampung pada 2024 dan mulai beroperasi di tahun 2025.
Plt Camat Kembang Janggut, Suhartono, menyampaikan SKB ini menjadi ruang baru bagi masyarakat yang belum sempat menempuh pendidikan formal.
“SKB sudah mulai membuka penerimaan siswa baru, mulai jenjang SD, SMP, hingga SMA. Jadi terbuka kesempatan bagi warga untuk melanjutkan pendidikan,” ujarnya saat ditemui di kantor Bapedda Kukar, pada Sabtu (20/9/2025).
Terkait jumlah pendaftar, Suhartono mengaku masih menunggu data terbaru dari UPT Layanan Pendidikan. Namun, ia menegaskan antusiasme masyarakat cukup besar karena SKB memberi jalan keluar bagi mereka yang sebelumnya terhambat oleh faktor ekonomi maupun jarak sekolah.
Meski begitu, tantangan pendidikan di Kembang Janggut belum sepenuhnya teratasi. Salah satunya terkait tenaga pendidik. Menurut laporan unit layanan pendidikan, masih terjadi kekurangan guru, terutama di tingkat SD.
“Bahkan ada beberapa kepala sekolah yang terpaksa merangkap memimpin lebih dari satu sekolah karena wilayah kami cukup luas dan jarak antardesa berjauhan,” jelas Suhartono.
Selain tenaga pengajar, kondisi infrastruktur sekolah juga masih menjadi perhatian. Diakui, bangunan sekolah yang berada di desa-desa terpencil sebagian masih belum memadai. Selama ini, pembangunan lebih banyak difokuskan di sekitar pusat kecamatan.
“Sekolah di wilayah jauh dari pusat kecamatan harus lebih diperhatikan ke depannya,” terangnya.
Namun demikian, adanya SKB dipandang sebagai langkah awal yang baik untuk meningkatkan pemerataan akses pendidikan.
Pemerintah kecamatan pun siap bersinergi dengan Dinas Pendidikan dan pihak terkait agar kekurangan tenaga pengajar maupun infrastruktur dapat bertahap diselesaikan.
Menjelang tahun 2026, Suhartono menegaskan bahwa prioritas utama adalah penambahan tenaga pendidik dan kepala sekolah. Dengan begitu, tidak ada lagi praktik rangkap jabatan yang berpotensi mengganggu efektivitas manajemen sekolah.
“Kalau jumlah guru cukup, maka kualitas pembelajaran akan meningkat. Anak-anak kita di Kembang Janggut berhak mendapat layanan pendidikan yang sama dengan wilayah lain di Kukar,” pungkasnya. (Adv)


















Users Today : 455
Total Users : 1284852
Views Today : 1223
Total views : 6328383