Ket foto : Wali Kota Samarinda, Andi Harun.
Infobenua.com Samarinda – Di tengah tekanan efisiensi anggaran daerah, Pemerintah Kota Samarinda dipastikan belum dapat merealisasikan program pengadaan bus sekolah pada tahun 2026. Kondisi keuangan daerah membuat sejumlah rencana pembangunan dan pelayanan publik harus disesuaikan dengan prioritas yang ada.
Sebagai alternatif, Pemkot Samarinda kini mendorong para pelaku usaha angkutan kota untuk melakukan pembaruan armada secara mandiri, termasuk mulai beralih menggunakan kendaraan ramah lingkungan berbasis listrik.
Wali Kota Samarinda, Andi Harun, menyampaikan bahwa pemerintah sebelumnya telah menyiapkan rencana penguatan transportasi publik, salah satunya melalui penyediaan bus sekolah bagi pelajar di Kota Tepian. Namun, situasi APBD saat ini belum memungkinkan program tersebut dijalankan.
“Pemerintah sebenarnya telah merencanakan program tersebut pada tahun ini. Namun akibat kebijakan efisiensi APBD, kondisi yang dihadapi saat ini mengharuskan pemerintah lebih berfokus pada upaya mempertahankan program-program prioritas,” ujar Andi Harun.
Ia menuturkan, keterbatasan fiskal membuat ruang pemerintah daerah untuk melakukan pengembangan layanan publik menjadi lebih sempit. Meski begitu, Pemkot tetap melanjutkan berbagai kajian agar pengembangan sistem transportasi umum di Samarinda dapat disiapkan secara lebih matang pada masa mendatang.
Selain persoalan anggaran, hasil kajian teknis juga menunjukkan bahwa tidak semua jenis bus sesuai untuk dioperasikan di wilayah Samarinda. Kondisi infrastruktur jalan, termasuk lebar ruas jalan dan area putar balik di sejumlah titik, menjadi pertimbangan penting dalam perencanaan transportasi publik.
Karena itu, pemerintah lebih memprioritaskan upaya peremajaan armada angkot yang masih menggunakan bahan bakar minyak, sekaligus mendorong pengusaha transportasi mulai mempertimbangkan penggunaan kendaraan listrik.
“Kami mendorong para pengusaha angkutan kota untuk melakukan rehabilitasi terhadap armada yang ada,” katanya.
Di sisi lain, Pemkot Samarinda juga terus mempelajari sistem pengelolaan transportasi publik dari sejumlah daerah lain yang telah lebih dahulu menerapkan layanan bus sekolah.
Menurut Andi Harun, keberhasilan transportasi publik tidak hanya ditentukan oleh ketersediaan kendaraan, tetapi juga sangat bergantung pada tata kelola operasional yang baik dan berkelanjutan.
“Peningkatan layanan transportasi publik tidak semata-mata berkaitan dengan pengadaan sarana dan prasarana, tetapi juga menyangkut aspek tata kelola yang menjadi faktor paling penting,” tutupnya.
Penulis Nisnun Editor Eka Mandiri



















Users Today : 856
Total Users : 1304283
Views Today : 2702
Total views : 6393123