Infobenua.com Samarinda – Kinerja Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kalimantan Timur kembali jadi sorotan. Hingga pertengahan tahun 2025, serapan anggaran dinilai masih jauh dari harapan.
Sekretaris Komisi IV DPRD Kaltim, Muhammad Darlis Pattalongi, mengungkapkan realisasi belanja Dispora per Juli 2025 baru menyentuh 8,8 persen, angka yang menempatkannya di jajaran OPD dengan serapan terendah.
“Laporan terakhir menunjukkan daya serapnya bahkan belum 40 persen. Ini jelas mengkhawatirkan,” tegas Darlis, Selasa (26/8/2025).
Selain soal anggaran, DPRD juga menyoroti rencana pengembalian pengelolaan Sekolah Khusus Olahragawan Internasional (Sekoi) dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan ke Dispora. Namun, wacana itu terganjal aturan nomenklatur.
“Karena statusnya masih sekolah, maka secara aturan tetap berada di bawah Disdikbud. Dispora hanya mengusulkan perubahan nama agar lebih sesuai dengan tugas dan fungsinya,” jelasnya.
Tak berhenti di situ, polemik dualisme kepengurusan Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kaltim juga ikut jadi perhatian. DPRD menilai perpecahan ini berdampak negatif bagi pembinaan generasi muda.
“Dispora harus mengambil peran aktif menyelesaikan polemik KNPI. Jangan sampai muncul kesan pemerintah membiarkan adanya banyak versi kepengurusan,” kata Darlis.
Di bidang olahraga, Komisi IV menekankan pentingnya pembinaan berkelanjutan bagi atlet daerah. Darlis menegaskan, mendatangkan pelatih berkualitas dan memperbanyak kompetisi akan lebih bermanfaat ketimbang sekadar merekrut atlet dari luar daerah.
“Pembinaan jangka panjang melalui kompetisi dan pelatih yang mumpuni akan lebih berdampak bagi prestasi Kaltim,” ujarnya.
Dengan berbagai catatan itu, DPRD mendesak Dispora segera berbenah agar program kepemudaan dan olahraga bisa lebih optimal di semester II tahun 2025.(adv/dani/red)


















Users Today : 261
Total Users : 1365675
Views Today : 1409
Total views : 6604118