InfoBenua.Com.Samarinda: Anggota Komisi IV DPRD Samarinda, Ahmat Sopian Noor, mengungkapkan keprihatinan terhadap kesulitan beberapa siswa dalam menemukan sekolah di dalam zonasinya.
Dia menilai, meskipun saat ini Kota Samarinda terus mengalami kemajuan Samarinda masih kekurangan gedung sekolah menengah pertama (SMP) di beberapa kecamatan yang padat penduduk. Sehingga, situasi ini memaksa siswa untuk mencari SMP di zona lain, mengakibatkan masalah zonasi dan kesulitan akses pendidikan.
Hal tersebut disampaikan Ahmat Sopian Noor dalam sebuah hearing antara Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Samarinda dengan Panitia Khusus (Pansus) Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) DPRD Kota Samarinda pada Selasa (7/5/2025) lalu.
“Kita tahu bahwa aturan mengamanatkan alokasi anggaran pendidikan minimal 20 persen dari total Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), namun realitas di lapangan menunjukkan kekurangan yang signifikan,” kata Sopian.
Disebutkan, Alokasi dana tersebut juga mencakup gaji pegawai, sehingga tidak memadai untuk memenuhi kebutuhan infrastruktur dan pendidikan di lokasi-lokasi seperti Samarinda Seberang dan Loa Janan Ilir.
Politisi Golkar itu mendesak Pemerintah Kota Samarinda untuk tidak hanya mengandalkan APBD, tetapi juga meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) guna meningkatkan alokasi anggaran pendidikan. Ia berharap melalui perpanjangan dari BPKAD, niat baiknya dapat tersampaikan lebih cepat kepada Pemerintah Kota Samarinda.
“Kami berharap Pemkot Samarinda bisa lebih serius menangani masalah pendidikan ini, terutama dalam meningkatkan kualitas dan ketersediaan fasilitas pendidikan di setiap kecamatan,” pungkasnya. (ADV/DPRDSamarinda/Diba).


















Users Today : 498
Total Users : 1359818
Views Today : 3296
Total views : 6535373