Infobenua.com.Samarinda – Agusriansyah Ridwan, anggota komisi IV DPRD Kalimantan Timur (Kaltim), menyampaikan kritik terkait kurikulum pendidikan nasional yang dianggapnya kurang relevan dengan kondisi sosial dan budaya Indonesia.
Menurutnya, selama ini sistem pendidikan kita terlalu banyak mengadopsi pola dari negara-negara Barat tanpa menyesuaikan dengan realitas lokal.
“Kita bukan bangsa Eropa, jadi sistem pendidikan harus dibangun sesuai dengan nilai dan budaya kita sendiri,” ujar Agusriansyah, Jum’at (23/5/2025).
Ia menjelaskan bahwa pendekatan pendidikan yang hanya meniru kurikulum luar tanpa adaptasi dapat membuat pelajar merasa asing dan sulit mengaitkan materi pelajaran dengan kehidupan sehari-hari mereka.
Agusriansyah menilai bahwa kurikulum yang tidak kontekstual berpotensi membuat pendidikan kehilangan arah. Anak-anak didik jadi kurang memahami bagaimana ilmu yang mereka pelajari bisa
Legislator Kaltim Tegaskan Kurikulum Pendidikan Perlu Disesuaikan dengan Realitas Indonesia
Infobenua.com.Samarinda – Agusriansyah Ridwan, anggota komisi IV DPRD Kalimantan Timur (Kaltim), menyampaikan kritik terkait kurikulum pendidikan nasional yang dianggapnya kurang relevan dengan kondisi sosial dan budaya Indonesia.
Menurutnya, selama ini sistem pendidikan kita terlalu banyak mengadopsi pola dari negara-negara Barat tanpa menyesuaikan dengan realitas lokal.
“Kita bukan bangsa Eropa, jadi sistem pendidikan harus dibangun sesuai dengan nilai dan budaya kita sendiri,” ujar Agusriansyah, Jum’at (23/5/2025).
Ia menjelaskan bahwa pendekatan pendidikan yang hanya meniru kurikulum luar tanpa adaptasi dapat membuat pelajar merasa asing dan sulit mengaitkan materi pelajaran dengan kehidupan sehari-hari mereka.
Agusriansyah menilai bahwa kurikulum yang tidak kontekstual berpotensi membuat pendidikan kehilangan arah. Anak-anak didik jadi kurang memahami bagaimana ilmu yang mereka pelajari bisa diaplikasikan untuk menghadapi tantangan di lingkungan mereka sendiri.
Untuk itu, Agusriansyah mendorong adanya reformasi dalam sistem pendidikan, dengan mengutamakan kebutuhan lokal, sejarah bangsa, serta tantangan masa depan Indonesia sebagai dasar penyusunan kurikulum.
“Pendidikan yang berakar pada budaya dan kebutuhan nyata akan lebih bermakna dan efektif dalam membentuk karakter serta kemampuan peserta didik,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan bahwa pendidikan tidak hanya soal transfer ilmu, tetapi juga pembentukan moral dan integritas. Pendidikan yang baik harus mampu menghasilkan generasi yang tidak hanya pintar, tapi juga berkarakter kuat.
Agusriansyah pun berharap pemerintah dan para pemangku kebijakan segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kurikulum agar pendidikan di Indonesia bisa lebih relevan dan berdaya guna.
Dengan perubahan tersebut, generasi muda diharapkan mampu menghadapi tantangan zaman dengan bekal pengetahuan dan nilai yang sesuai dengan identitas bangsa.
Penulis Fara I Editor Eka Mandiri

















Users Today : 587
Total Users : 1373376
Views Today : 1973
Total views : 6635958