Infobenua.com Samarinda – Pemilihan Gubernur (Pilgub) Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) 2024 mungkin hanya akan memiliki satu pasangan calon, dengan potensi lawan kotak kosong. Hal ini dikarenakan salah satu bakal calon Pilgub telah mendapatkan dukungan dari enam partai politik.
Dua pasangan calon gubernur yang saat ini tengah dibicarakan adalah Isran Noor-Hadi Mulyadi dan Rudy Mas’ud-Seno Aji. Pasangan Rudy Mas’ud-Seno Aji sudah membentuk koalisi yang solid dengan dukungan dari Partai Golkar (15 kursi), Gerindra (10 kursi), PKB (6 kursi), PAN (4 kursi), PKS (4 kursi), dan Nasdem (3 kursi), yang totalnya mencapai 42 kursi.
Sementara itu, Pasangan Isran Noor-Hadi Mulyadi baru memperoleh rekomendasi dari Partai Demokrat (2 kursi) dan masih membutuhkan dukungan tambahan untuk memenuhi syarat pencalonan, yang mencakup 11 kursi. PDI Perjuangan (9 kursi) dan PPP (2 kursi) belum membuat keputusan.
Menanggapi situasi ini, Anhar SK, anggota Komisi III DPRD Kota Samarinda, menyatakan bahwa Pilgub Kaltim 2024 kemungkinan akan menghadapi kotak kosong. Anhar menilai bahwa banyak partai besar telah memberikan dukungan kepada salah satu pasangan calon, sehingga membuat situasi politik saat ini cenderung mengarah ke arah tersebut.
“Banyak partai politik yang mendukung salah satu calon membuat peluang lawan kotak kosong semakin besar. Saat ini, tampaknya sulit untuk menahan gelombang dukungan kepada calon tertentu,” ujarnya pada Selasa (16/7/2024).
Ia juga mengungkapkan bahwa pasangan calon yang hanya mendapatkan satu dukungan partai politik menunjukkan bahwa strategi mereka belum optimal. Meskipun ada opsi jalur independen untuk mendaftar Pilgub, jalur partai politik masih merupakan pilihan utama.
“Pilkada menawarkan dua jalur, yakni jalur independen dan partai politik. Dukungan partai politik mencerminkan minat masyarakat. Jika calon tidak mendapatkan dukungan dari partai, itu menunjukkan bahwa calon tersebut belum siap untuk bertarung,” tambahnya
Anhar menambahkan bahwa setiap partai memiliki proses tersendiri dalam memberikan rekomendasi kepada calon gubernur, yang melibatkan penjaringan, survei masyarakat, dan komitmen terhadap partai. Partai politik umumnya tidak akan memberikan dukungan jika mereka tidak yakin calon tersebut akan menang.
“Komunikasi, komitmen, dan dedikasi adalah hal penting dalam mendapatkan dukungan partai. Jika calon tidak mendapatkan dukungan partai, bisa jadi calon tersebut kurang menarik bagi partai politik dan masyarakat,” jelasnya
Lebih lanjut, ia juga menyarankan calon gubernur yang kurang mendapat dukungan dari partai politik untuk mempertimbangkan jalur independen jika mendapat dukungan dari masyarakat. Dia menutup dengan mengatakan bahwa koalisi besar dan kecil merupakan hal yang umum dalam dinamika Pilgub.
“Jika calon mendapatkan dukungan masyarakat, jalur independen bisa menjadi alternatif. Fenomena koalisi besar dan kecil adalah hal yang biasa dalam Pilgub,” tutupnya.
Penulis Ainunnisa | Editor Eka Mandiri



















Users Today : 708
Total Users : 1359186
Views Today : 2922
Total views : 6531185