Ket Foto: Konferensi pers Pordi di sela pelaksanaan Samarinda Tournament Domino di GOR Segiri Samarinda, Sabtu (12/9/2026).
Infobenua.com Samarinda – Perkumpulan Olahraga Domino Indonesia (Pordi) Kalimantan Timur terus memperluas jaringan pembinaan olahraga domino hingga ke tingkat desa dan kelurahan. Organisasi tersebut menargetkan terbentuknya 1.000 Garda Domino Unggul (Gardu) di seluruh wilayah Kaltim pada 2027.
Target tersebut menjadi bagian dari strategi memperkuat pembinaan atlet sekaligus memperluas basis organisasi di daerah. Gardu sendiri merupakan wadah pembinaan yang memiliki fungsi serupa dengan klub pada cabang olahraga lainnya.
Ketua Umum Pordi, Andi Jamaro Dulung, mengatakan program pembentukan Gardu di setiap desa menjadi agenda penting organisasi dalam mengembangkan olahraga domino secara nasional. Khusus di Kaltim, sasaran yang dipasang mencapai hampir seluruh desa dan kelurahan yang ada.
“Pada tahun 2027 kami menargetkan setiap desa memiliki Gardu. Dari sekitar 1.055 desa dan kelurahan di Kalimantan Timur, kami menargetkan 1.000 di antaranya sudah memiliki Gardu sebagai pusat pembinaan olahraga domino,” ujarnya saat konferensi pers di sela Samarinda Tournament Domino di GOR Segiri, Sabtu (12/9/2026).
Menurutnya, keberadaan Gardu tidak hanya menjadi tempat berhimpunnya para pecinta domino, tetapi juga menjadi sarana pembinaan atlet dan pengembangan organisasi hingga tingkat paling bawah.
Apabila target tersebut tercapai, dampaknya diperkirakan cukup besar terhadap perkembangan olahraga domino di Kaltim. Dengan asumsi setiap Gardu memiliki 10 pengurus dan sedikitnya 50 atlet, maka akan terdapat sekitar 10.000 pengurus dan 50.000 atlet yang terlibat dalam aktivitas domino di daerah ini.
Sementara itu, Ketua Pordi Kaltim Andi Fathul Khair mengungkapkan bahwa hingga saat ini jumlah Gardu yang telah terbentuk mencapai 315 unit yang tersebar di berbagai kabupaten dan kota.
“Sampai hari ini kami sudah berada di angka 315 Gardu. Capaian tersebut menjadi modal awal untuk mengejar target besar yang telah ditetapkan pada tahun 2027,” katanya.
Sebaran Gardu tersebut meliputi Bontang sebanyak 62 Gardu, Samarinda 56 Gardu, Balikpapan 54 Gardu, Kutai Kartanegara 38 Gardu, Kutai Barat 31 Gardu, Kutai Timur 27 Gardu, Paser 26 Gardu, serta Penajam Paser Utara sebanyak 21 Gardu.
Dengan capaian tersebut, Pordi Kaltim masih harus membentuk sekitar 685 Gardu lagi untuk mencapai target 1.000 Gardu dalam dua tahun mendatang.
Di samping memperluas jumlah Gardu, Pordi Kaltim juga terus memperkuat struktur organisasi di daerah. Saat ini kepengurusan telah terbentuk di sembilan kabupaten dan kota, sementara Mahakam Ulu masih menjadi satu-satunya daerah yang belum memiliki kepengurusan definitif.
“Dari 10 kabupaten dan kota di Kalimantan Timur, saat ini kepengurusan sudah terbentuk di sembilan daerah. Mahakam Ulu masih menjadi tantangan karena faktor akses wilayah yang cukup sulit dan jumlah peminat domino yang belum banyak,” jelasnya.
Perkembangan olahraga domino di Kaltim juga dinilai menunjukkan tren positif. Sejak kepengurusan Pordi Kaltim terbentuk pada 2023, berbagai kejuaraan berhasil digelar, termasuk event nasional yang menghadirkan peserta dari berbagai provinsi.
Fathul menyebut Kaltim telah dua kali dipercaya menjadi tuan rumah kegiatan nasional. Pada pelaksanaan kejuaraan terbaru, jumlah peserta yang hadir mendekati 1.500 orang dari berbagai daerah di Indonesia.
Daerah dengan pertumbuhan Gardu paling pesat saat ini adalah Bontang. Tingginya jumlah Gardu di kota tersebut disebut tidak terlepas dari rutinnya penyelenggaraan turnamen yang mampu menarik minat masyarakat.
“Antusiasme masyarakat di Bontang sangat tinggi. Sejak kepengurusan dibentuk, puluhan turnamen terbuka telah digelar dan itu berdampak pada pertumbuhan Gardu yang cukup signifikan,” ungkapnya.
Ke depan, Pordi Kaltim juga menargetkan penyelesaian pembentukan kepengurusan di Berau serta memperkuat infrastruktur organisasi guna mempercepat pertumbuhan Gardu di seluruh wilayah Kalimantan Timur.
Melalui penguatan organisasi dan pembinaan yang berkelanjutan, Pordi berharap olahraga domino dapat berkembang lebih luas sekaligus melahirkan atlet-atlet berprestasi yang mampu bersaing di tingkat nasional.
Penulis Nisnun Editor Eka Mandiri


















Users Today : 762
Total Users : 1477252
Views Today : 1573
Total views : 6872988