Infobenua, Moskow — Dinas Keamanan Federal Rusia (FSB) menangkap seorang warga negara Rusia yang bekerja sebagai petugas keamanan di Kedutaan Besar Inggris di Moskow. FSB menuduh pria tersebut melakukan kegiatan mata-mata untuk Ukraina.
Dalam pernyataan pada Kamis (10/9/2026), FSB mengatakan petugas tersebut bertanggung jawab atas keamanan di kediaman Duta Besar Inggris. Menurut badan intelijen Rusia itu, ia mengaku memberikan informasi mengenai staf kedutaan kepada seorang blogger asal Ukraina.
FSB menuduh informasi tersebut hendak digunakan oleh intelijen Ukraina untuk merancang aksi sabotase terhadap misi diplomatik Inggris di Rusia. Menurut FSB, tujuan operasi tersebut adalah menciptakan kesan bahwa Rusia bertanggung jawab dan mendorong London masuk lebih jauh ke dalam konflik.
Tuduhan tersebut disampaikan di tengah memburuknya hubungan Rusia dengan sejumlah negara Eropa dan meningkatnya ketegangan diplomatik akibat perang di Ukraina.
Ketegangan Rusia-Eropa Meningkat
Penangkapan di Moskow itu terjadi ketika hubungan Rusia dan Jerman juga mengalami eskalasi diplomatik. Berlin sebelumnya menuduh Moskow bertanggung jawab atas insiden drone di Bandara Leipzig. Pemerintah Jerman kemudian menutup sebuah pusat kebudayaan Rusia di Berlin serta konsulat Rusia di Bonn.
Moskow membalas dengan menutup Institut Goethe dan konsulat Jerman di St. Petersburg. Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov menggambarkan perselisihan tersebut sebagai situasi yang berbahaya.
“secara umum, seperti awal dari perang yang sebenarnya.”
Hubungan Rusia dan Inggris juga telah lama memburuk sejak invasi Rusia ke Ukraina. Pada April, Inggris mencabut akreditasi seorang diplomat Rusia setelah sebelumnya Rusia mengusir seorang diplomat Inggris. Penangkapan petugas keamanan Kedutaan Besar Inggris menambah daftar insiden diplomatik antara Moskow dan negara-negara Eropa di tengah konfrontasi yang terus meningkat terkait perang Ukraina. (*)


















Users Today : 940
Total Users : 1473387
Views Today : 2117
Total views : 6865780